Senin, 30 September 2019

Tips Financial Manajemen Ala Bunda Eria

Assalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokatuh


Bismillahirrohmanirrohim
Alhamdulillahirobbil'Alamiin
Robbisrohlii Shodrii wayassirlii amri

Teman teman Ibu Profesional Banten semuanya, Alhamdulillah hari ini kita dipertemukan Allah untuk belajar bersama mengupgrade kapasitas diri kita masing masing.

Hari ini kita akan belajar bersama, sharing seputar keuangan.

Mengapa keuangan?
Karena keuangan itu sangat krusial pada rumah tangga kita, untuk itu kita harus memiliki ilmu dalam mengatur keuangan keluarga.


Sebelum kita lanjutkan.

Saya ingin bertanya terlebih dahulu.

Apakah diantara bunda bunda semua ada yang belum tahu, belum kenal dengan pekerjaan suami?

Apakah pekerjaan suami kita halal?

Alhamdulillah,, semuanya sudah tahu dan yakin bahwa pekerjaan suami dalam mencari nafkah adalah halal.

SUMBER PENGHASILAN KELUARGA = HALAL


Alhamdulillah, setelah kita yakin bahwa sumber penghasilan keluarga kita halal, maka peran istri selanjutnya adalah :

MENERIMA

Ketika suami memberikan nafkahnya kepada kita, maka hal yang paling pertama kita lakukan adalah menerimanya dengan penuh syukur. Jangan pernah ada raut muka yang tidak menyenangkan, apalagi merespon dengan kata kata yang cenderung tidak bersyukur.  Misal : "kok segini sih", "kok kurang dari bulan kemarin".
Jangan sampai ada kata kata tersebut.

Diam saja dulu, tunjukkan muka berseri seri penuh syukur. Ucapkan terimakasih dengan setulus hati.

MENDO'AKAN

Setelah menerima dengan penuh syukur, langkah kedua adalah mendo'akan. Do'akan di hadapan suami "JAZAAKUMULLAH KHOIRON KATSIIR".

Juga do'akan dalam setiap solat kita. Supaya suami sehat, pekerjaannya lancar, dimudahkan dalam mencari nafkah, Dan pulang dengan keadaan selalu bahagia tanpa membawa beban pekerjaan.
Do'akan, sebutkan dihadapan Allah semua harapan yang kita inginkan dari suami.
Semoga dengan begitu, Allah semakin membuat kita semakin menerima dan bersyukur bersuami beliau.

MENGATUR

Nah, langkah selanjutnya adalah mengatur.
Ini adalah tantangan bagi semua istri.

Tidak semua istri bisa mengatur keuangan yang baik. Padahal kita sudah paham dan sering kita dengar bahwa, dibalik kesuksesan suami, ada peran istri di dalam nya, juga sebaliknya.

Banyak kisah yang dapat kita ambil hikmahnya dari berbagai berita di sekitar kita. Banyak yang suaminya jadi koruptor karena desakan isterinya yang selalu merasa kurang atas pemberian gaji suami. Sehingga suaminya berusaha memenuhi kebutuhan suami dengan cara apapun, tanpa memperhatikan halal dan haramnya.
Maka, dari berbagai kisah tersebutlah, kita harus belajar. Belajar mengatur keuangan dengan sebaik mungkin, habiskan dijalan yang benar.

Bagaimana caranya?

Yuk kita mulai oret oret.

Rumusnya begini :

PENGHASILAN = 100%
Kita bagi untuk :
Hak Allah 30%
Hak Orang Lain 10%
Invest / Tabungan : 10%
Kebutuhan : 50%

Ini presentasi ala saya. Dan jangan pernah membandingkan dengan financial planner lain. Saya membuat perencanaan keuangan seperti ini setiap bulan, karena saya memang memprioritaskan hak Allah daripada hak orang lain.

Baik, kita bahas dulu satu satu ya.

Hak Allah 30%

Hak Allah ini meliputi :
Zakat, Infaq, Shodaqoh, termasuk memberi pada mertua, orang tua, saling menghadiahkan sesuatu untuk mempererat ukhuwah, hadiah/kado saat undangan, dan shodaqoh lainnya. Ini jumlahnya 30%.

Hak Orang Lain 10%

Hak orang lain ini misalnya hutang, arisan, cicilan cicilan dan lain lain. Saya hanya membatasi dengan 10% saja.
Dan ini sangat berbeda dengan financial planner lain. Jika mereka membuat 30%, saya sudah merasa sangat berat dengan 10%. Karena hidup lebih nyaman tanpa hutang. Tapi saya masih sering ikut arisan buku. πŸ™ˆπŸ™ˆ

Investasi 10%

Investasi atau tabungan ini bisa bunda pilih sendiri ya jenis investasinya apa.
Ada yang nyaman dana aman dengan tabungan tanpa ATM, ada yang berinvestasi Logam Mulia, ada yang dengan dinar dirham, semua diserahkan pada bunda semuanya, yang penting setiap bulan dijatahkan untuk nabung, jangan sampe nabungnya nunggu sisa. Karena kalau nunggu sisa, maka tidak akan pernah bisa nabung biasanya 🀭

Kebutuhan 50%

Kebutuhan itu mencakup biaya biaya yang rutin kita keluarkan setiap bulannya.
Kita bisa buatkan list terlebih dahulu.
Dari mulai :

SPP anak,
Catering anak,
Supir / ojek anak,
Listrik,
PDAM,
Beras dan kebutuhan pokok bulanan.

Sampai ada sisanya berapa, nah sisanya itu bagi menjadi 30 hari.
Setelah kita hitung, maka akan terlihat berapa maksimal jatah harian kita untuk beli ikan, sayur, buah dan jajan.

Dalam mengatur kebutuhan ini, tidak baku. Setiap keluarga memiliki pengeluaran berbeda beda. Maka sesuaikan dengan dapur masing masing, yang penting selalu cukup setiap bulannya, tidak sampai hutang apalagi gali lubang tutup lubang.


MEMBANTU

Nah, jika sudah kita atur sedemikian rupa, namun masih kurang. Maka saatnya sebagai istri kita harus membantu suami.Membantu suami mencari nafkah ini harus dengan ridho suami, maka komunikasikanlah dengan baik dan mintalah ridhonya, maka dengan demikian insya Allah semakin berkah.

Bagaimana cara membantunya?
Bisa dengan berjualan, jualan online saat ini yang paling mudah dan murah. Jadi, mulailah asah otak produktif kita untuk menghasilkan uang.
*Materi ini disampaikan saat acara halal bihalal rumah belajar Cilegon, rabu 10 Juli 2019 yang lalu. Semoga manfaat.

Keseruan Konferensi Ibu Profesional 2019

Konferensi Ibu Profesional



Asa bangga dan haru masih membuncah karena diri ini menjadi bagian dari sebuah perubahan. Bukan perubahan yang muluk. Namun perubahan yang dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dan perubahan yang nyata. Menjadi bagian dari Konferensi Ibu Profesional membuat diri menjadi berenergi untuk bersinergi membiat perubahan
.
.
Bagaimana tidak? Kegiatan 3 hari 2 malam ini sungguh padat ilmu, sarat makna dan penuh sukacita. Beragam pembicara dihadirkan untuk memberikan hikmah dan memaparkan berbagai perubahan, besar ataupun kecil, lokal maupun global, baru dimulai ataupun sudah berdampak besar. Kesemuanya hadir memberikan suntikan semangat yang menantang hadirin. Apakah siapa menjadi changmakers selanjutnya?
.
.
Yeees… we are the next changemakers.
.
.





Pada Konferensi Ibu Profesional ini hadir @inemjogja yang menginspirasikan kegiatan sosial berbagi dengan berdandan nyentrik ala wong edan untuk menarik perhatian banyak orang. Sumitra Pasupathy hadir dengan berbahasa Melayu mix Inggris dan diterjemahkan oleh @arakusuma, bercerita tentang @ashokayc dan menggandeng peraih penghargaan youth changemaker yang di usia mereka yang masih sangat belia mampu memberikan perubahan yang bermanfaat besar bagi lingkungannya.
.
.
Bu @septi.peni hadir pun menjadi pembicara pada sesi malam hari pertama. Bu Septi memberikan semangat bahwa hambatan seorang ibu adalah tantangan yang bisa diatasi. Dan ibu tidak sendiri. Ada buanyaaaak ibu – ibu yang merasakan tantangan yang sama.
.
Hari kedua bertepatan dengan momen kemerdekaan, @maritaningtyas membacakan puisi yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sungguh sebuah momen kemerdekaan yang lain daripada yang lain. Ketika kami, para ibu, hadir dalam sebuah forum yang bersemangat bergerak mengisi kemerdekaan dengan membuat perubahan yang nyata.
.
.
Di hari kedua ini, Bunda Efi Femiliyah bercerita tentang Hijrah Nol Sampah dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk penyelamatan lingkungan dan alam, Bunda Elsy Junilia @elsy_ummu_zaha berkisah tentang konseling berperspektif gender yang menitikberatkan pada merilis segala emosi negatif yang memberikan dampak pada psikis ibu. πŸ‘‡πŸ‘‡.
.
Sesi selanjutnya giliran tim Klik mewakili Bunda Sri Indahyani yang telah membuat video presentasi tentang kampanye anti bullying dengan apik. Kampanye ini menargetkan anak SD kelas 4,5,6 dan anak SMP sebagai subjek yang menyadari terjadinya bullying pada diri sendiri maupun orang lain serta mencegahnya menjadi pelaku bullying. Kesemuanya disajikan kepada anak secara sederhana dan menyenangkan.
.
.
Bunda Puspaning Dyah bercerita tentang sedekah jariyah yang dijalani oleh dirinya dan keluarganya. Beliau mengumpulkan zakat dan memberikannya sebagai pinjaman tanpa agunan kepada pelaku UKM yang terpercaya. Berapapun nilai pinjaman yang kembali padanya maka itulah yang akan digulirkan kepada penerima manfaat selanjutnya.
.
.
Acara semakin seru saat Bunda Noor Liesnani berkisah tentang perjuangan beliau mendirikan Pamela Group dengan dukungan penuh dari suami dan keluarga.
.
.
Di sisi belakang ballroom, panitia menyediakan sebuah papan besar yang terbagi dalam dua area. Masing – masing bidang memiliki judul : I want to get dan I want to give. Ternyata… peserta berkesempatan menuliskan apa saja yang ingin diperoleh dan apa saja yang ingin dibagikan dalam acara ini. Karena semua adalah murid dan semua adalah guru.
.
.
Ibu – ibu tentu sangat menyayangkan jika kulit buah terbuang percuma. Maka Bunda Uswatun Hasanah pun hadir mendemokan pembuatan ecoenzym yang merupakan zat pembersih serbaguna berbahan kulit buah. Peserta pun begitu antusias hingga tak sabar ingin mencobanya sendiri di rumah.
.
.
Ballroom Indraprasta dibuat bergetar oleh 6 kandidat penerima Changemaker Award. Yang salah satunya adalah Bunda Yuni Astuti dari IP banten. Melalui tulisannya, para kandidat ini telah menceritakan kisah hidupnya serta perubahan yang telah dibuat oleh dirinya. Hingga akhirnya Bunda Ressy Laila Untari Ningsih, Bunda Ika Pratidina dan Bunda Hilda Lu’lu’in dinobatkan menjadi penerima Changemaker Award. Barakallah
.
.
Salah satu yang ditunggu dalam KIP ini adalah Ta’mir Masjid Jogokaryan yang memaparkan kisah merubah masjid menjadi sangat bermanfaat bagi umat. Merubah mindset agar masjid menjadi tumpuan masalah dan solusi bagi umat tentu bukanlah hal yang mudah. Namun Jogokaryan membuktikan bisa. Data spesifik pun dimiliki Ta’mir Masjid Jogokaryan sebagai peta dakwah sehingga dakwah bisa dilakukan dengan optimal. Hingga saldo nol pun menjadi slogan masjid ini sebagai bentuk utama pelayanan umat.
.
.
Di sesi sore, Saya memaparkan tentang workshop menu belajar sesuai STPPA dengan peserta yang bisa mempraktekkan langsung dan berdiskusi bersama tentang menu belajar yang telah dibuat. Sesi terakhir sebelum break diisi oleh Bunda Puri yang bercerita tentang kebiasaan keluarganya untuk bertanya dan mencari jawaban pertanyaannya. Simulasi Pun dilakukan untuk membuat suasana menjadi hidup. Kami membuat pertanyaan, dan kami saling bertukar untuk menjawab pertanyaan dalam Ask to Solve.
.
.
Sesi malam, tak ada rasa ngantuk sedikitpun. Karena Pak Dodik membawakan materi tentang Perempuan Berdaya dengan sangat apik. Dream it, do it, share it, grow it. Menjadi langkah demi langkah yang merupakan pola menjadi perempuan berdaya. Seperti yang telah dipraktekkan beliau bersama Bu Septi Peni, istrinya.
.
.
Ibu yang begitu powerfull dan melayani adalah hal yang melekat pada Ibu @trimumpuni. Beliau yang begitu kuat membawa air dan listrik ke daerah tepi Indonesia dan daerah tak terjangkau oleh pembangunan daerah. Beliau yang menggerakkan masyarakat desa menerobos sungai, hutan, bahkan membelah bukit demi memerdekakan kaum perempuan dari pekerjaan berat yang membutuhkan waktu berjam-jam untuk mengambil air dan mengolah minyak nilam. Sehingga para perempuan ini kini punya banyak waktu untuk bercocok tanam hingga membuat kain lokal.
.
.
Konferensi Ibu Profesional bukanlah seminar duduk manis mendengarkan narasumber. Namun KIP adalah bukti nyata perempuan menjadi changemakers agents yang akan membuat perubahan bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan selepas KIP dan kembali ke daerah asal. Maka dalam KIP juga dilakukan MoU sebagai bentuk sinergi antara Institut Ibu Profesional dengan berbagai pihak yang mendukung gerakan perubahan. perempuan.
.
.
Penutupan pun ditandai dengan penandatangan kertas lebar oleh seluruh peserta sebagai tanda bahwa seluruh peserta ikut berkomitmen dalam mengemban amanah sebagai agen perubahan. Tanda tangan ini tentunya tak sekadar menorehkan tinta saja. Namun juga menjadi semangat dan motor agar menjadi diri yang lebih baik dan melakukan perbuatan baik.
.
.
Apakah KIP ini sudah selesai? Belum. Gemanya masih menggaung. Euforianya masih semarak. Untaian kata dari para narasumber masih terngiang di telinga. Dan kini… Kami telah membeli jam terbang dari seluruh hadirin yang datang. Dari peserta, dari panitia dan yang pasti dari para narasumber. Kami siap melesat. Memulai perubahan kami dari memimpikannya, dan kami siap bergerak. Bersinergi dengan siapa saja demi kemaslahatan bersama. Karena kami lah changemakers selanjutnya.
.
.
#KIP2019 
#ibuberkonferensi 
#changemakers 
#perubahandiri 
#perubahankeluarga #perubahanlingkingan #menebarmanfaat 
#membelijamterbang #ibuagenperubahan
@konferensiibuprofesional
@septi.peni

Minggu, 28 Juli 2019

Seminar Islamic Parenting Ibu Ida

Seminar Islamic Parenting Ibu Ida

Membangun A Home Team Tangguh di Era Milenial

Untuk membangun tim yang tangguh di rmh, maka perlu di mulai dari memperbaiki hubungan antara Suami dan Istri, atau Ayah dan Ibunya. Bagaimana mungkin bisa membangun sebuah team yg tangguh dan solid jika diantara Suami dan Istri atau Ayah dan Ibunya bermasalah. Dan hampir 90% masalah yg terjadi di keluaga adalah komunikasi yang tidak tepat.

Pesan Indah untuk para Suami :
"Apabila seorang suami memandang istrinya dan istrinya pun memandang suaminya, maka Allah Swt memandang keduanya"
"Apabila seorang suami menggenggam telapak tangan istrinya maka terhapuslah dosa-dosa keduanya melalui jari-jari tangan mereka"
Masya Allah, begitu Indah bukan?

Setelah Ayah dan Ibu, lantas apa saja yang bisa mnjadi pintu masuk problematika anak remaja milenial saat ini di kenal dgn istilah BLAST, yaitu :
B, boring ... Anak merasa Jenuh dengan kehidupannya
L, lonely .... Anak merasa kesepian, sendiri karena ortu ada tapi tiada
A, angry ... Anak merasa marah dgn sikap ortunya yang tdk bisa memahami dirinya
S, stress ... Anak merasa frustasi, stress menghadapi persoalan hidup tanpa pendampingan kedua ortunya
T, tired ... Anak merasa lelah dengan aktivitas hidupnya karena hidupnya seolah tanpa makna

 Sehingga dari permasalahan tersebut, maka banyak sekali kita temukan celotehan anak-anak  jaman now di sosmed tentang bagaimana sikap mereka dengan ortunya yang sangat memprihatinkan, bagaimana mereka tidak bisa menerima dan menghargai kedua ortu nya lantaran hubungan dgn ortunya memang terasa hambar.

Dan fenomena itu tidak bisa kita pungkiri di jaman milenial ini krn bisa jadi kondisi seperti itu tanpa kita sadari ada dlm kehidupan keluarga kita.

Bagaimana kondisi di rumah, antara anak, ayah dan ibu saling sibuk dan asyik dengan gadgetnya masing, mereka berdekatan namun sesungguhnya hati mereka berjauhan. Bagaimana rasa Kasih sayang manusia jaman Milenial ini telah tertukar dengan naluri seekor binatang, sungguh miris bukan???

Marilah kita baca senandung lagu ini, nyanyikan dan renungkan dalam hati serta bayangkan Suami/ Istri dan anak-anak kita
"Harta yang paling berharga adalah Keluarga,
Istana yg paling Indah adalah Keluarga,
Puisi yg paling bermakna adalah Keluarga,
Mutiara yg tiada tara adalah Keluarga"

Betapa posisi Keluarga sangatlah penting, namun terkadang kita malah melalaikannya, tanpa sadar kita menomor duakan atau bahkan menomor sekian puluh kan daripada kepentingan, kesibukan kita dgn teman, partner kerja, bisnis dan lain-lain.

Ternyata karena kita tidak pernah belajar mempersiapkan diri kita sebagai seorang Ayah atau Ibu bagi anak-anak kita, ada banyak sekolah formal, ada banyak kursus  ketrampilan namun sangat jarang atau bahkan tidak ada sekolah untuk menjadi Ayah atau Ibu.

Menurut pak Anies Baswedan "Dibandingkan dgn profesi-profesi lain, orangtua adalah profesi yang paling tidak tersiapkan"
Betul apa betul???

Ciri-ciri orang Bahagia itu, antara lain :
  1. Senantiasa Duduk denga Tegap, karena motion to motion artinya gerakan tubuh mempengaruhi emosi diri
  2. Ekspresi Wajah yang slalu Tersenyum

Sedang Tips Komunikasi yg baik itu antara lain :
  1. Ekspresi Wajah
  2. Gestur Tubuh
  3. Suara rendah, The Lowers the Strongger (makin Lembut suara maka akan menghasilkan Kekuatan)
Seringkali ketika kita berbicara lebih banyak mengatakan apa yang TIDAK KITA INGINKAN daripada APA YANG DIINGINKAN, betul apa betul?

Misal ketika melihat kondisi rumah berantakan, lalu kita berkata "Rumah berantakan sekali, kamu males banget sih dan bla bla bla, lantas apakah kemudian anak akan merespon dengan baik jika kita berkata demikian???

Harusnya, " Ayo rapihkan rumahnya ya, lantai di sapu dan sampah di buang ya nak"
 Pada hakikatnya ketika :
a. Apa yg kita PIKIRkan,
b. Apa yg kita RASAkan,
c. Apa yg kita LAKUkan, dan
d. Apa yg kita UCAPkan,
Itu semua akan menjadi DOA, maka usahakan agar kita slalu menselaraskan antara Pikiran, Perasaan, Perlakuan dan Ucapan untuk slalu yang Baik

Ikigai, ini merupakan konsep orang Jepang untuk menjadi sesuatu, ketika :
  1. Apa yg kamu Suka bertemu dgn apa yg kamu anggap baik maka itulah Passion
  2. Apa yang anggap baik bertemu dengan apa yg membuat kamu dapat dibayar (menghasilkan) maka itulah Profesi
  3. Apa yang membuat kamu di bayar (menghasilkan) bertemu dengan apa yang dunia butuhkan maka itu adalah Pekerjaan
  4. Apa yang dunia butuhkan bertemu dengan apa yg kamu suka maka itulah Misi
 Seorang manusia yg sdh menemukan Misi Hidup keberadaan ia di dunia ini tentunya memiliki 2 hal yaitu Unstoppable (tdk dapat dihentikan meski ada tantangan dan hambatan) dan On fire (memilki Semangat yg membara untuk slalu berbagi dan berkontribusi bagi umat).

Sudahkah diri kita menemukan Misi Hidup? Jika belum, ayo temukan agar hidup ini mnjadi lebih bermakna.

Seminar Islamic Parenting Ibu Ida di Serang

Seminar Islamic Parenting Ibu Ida di Serang

By : Desti


Wisuda Kelas Matrikulasi Institute Ibu Profesional Banten Batch 7

Bagai embun pagi yang menggelayuti dedaunan di syahdunya pagi, IIP hadir membasuh gersang di hati ini.

Seperti mentari di pagi hari yang cahayanya memberi kekuatan pada jiwa, IIP menjawab kerinduanku selama ini akan ilmu-ilmu Allah yang begitu luas.

Mataku kembali berbinar setiap mendapat materi baru atau tugas-tugas yang menantang.

Bagai semburat senja yang membiaskan jingganya, IIP selalu hadir membawa ketentraman.

Kembali aku diingatkan tentang peran penting seorang ibu sebagai pencetak generasi pembangun peradaban, maka sudah selayaknya kita menjadi pribadi yang senantiasa bersyukur, menata kembali hidup untuk  menjadi manusia yang lebih baik dan bermanfaat tidak hanya untuk keluarga tapi masyarakat pada umumnya.

Satu persatu tantangan demi tantangan kulalui selama perkuliahan berlangsung, meski terseok dan tertatih aku tak menyangka akhirnya sudah berada di sini, rumah baru tempatku mengaktualisasikan diri, membenahi hidup, dan terus belajar sepanjang hayat. Ahh, seperti cahaya rembulan di langit gulita, meneduhkan.

Tak pernah terbayangkan sebelumnya bisa menjadi bagian dari Ibu Profesional. Aku terharu dan bahagia karena bisa berkumpul dengan wanita-wanita tangguh para pembelajar sejati.

Hingga akhirnya, atas izin-Nya hari yang dinantipun tiba. Wisuda kelas matrikulasi batch 7 yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juli 2019.

Entah mengapa sebelum memasuki aula tempat wisuda, ada yang berdesir dalam hati, segala macam rasa hadir menemani langkah demi langkah.

Teringat perjuangan selama menjalani perkuliahan program matrikulasi, setelah menaklukan NHW demi NHW dalam kurun waktu 9 pekan, akhirnya inilah momen paling ditunggu, yaitu wisuda offline yang didampingi oleh suami dan anak-anak tercinta.

Saat pertama kali memasuki ruang aula, kami disambut senyum dan sapaan lembut panitia. Ini adalah kali pertama aku bertemu dan bisa berkumpul dengan teman-teman seperjuangan di kelas matrikulasi.

Nuansa biru pun menghiasi aula RS. Sari Asih Serang pagi itu. Rona kebahagiaan terpancar jelas dari wajah para wisudawati dan seluruh peserta yang hadir.

Memasuki ruangan aula, sudah tersedia kursi-kursi yang disiapkan panitia. Kursi sebelah kanan khusus para wisudawati, bagian tengah para tamu undangan termasuk member IP Banten dan sebelah kiri tempat pendamping wisuda. Semua sudah disiapkan panitia dengan sangat rapi, salut buat para panitia yang telah menyiapkan acara dengan sangat baik di tengah berbagai aktivitas dan  kesibukannya masing-masing.

Di sebelah kanan pintu masuk terdapat stand bazar baju dan jilbab, tak jauh dari sana ada pojok snack. Kami yang membawa potluck menyerahkan makanan kepada panitia di pojok snack.

Sambil menunggu acara dimulai, saya temani si kecil menuju tempat Kids Corner di sebelah stand bazar buku. Di sini anak-anak bisa bermain sambil belajar ditemani panitia yang menyuguhkan beragam aktivitas seru untuk anak, seperti mewarnai, membuat kreativitas dari kertas origami dan masih banyak lagi.

Acara sebentar lagi akan dimulai, MC sudah memanggil seluruh peserta menuju tempat yang sudah disediakan. Acara pembukaan berlangsung lancar dan penuh khidmat, selanjutnya memasuki prosesi wisuda.

Seluruh peserta bersiap menunggu aba-aba sambil membuat antrian sesuai abjad. Selanjutnya peserta yang namanya dipanggil segera menuju panggung untuk menerima kalungan medali dari Bu Kishartati selaku ketua IP Banten, lalu menerima sertifikat dari Bu Vidya fasilitator kami di kelas matrikulasi.

Terakhir, menerima bunga yang dilanjut dengan momen penuh cinta bersama keluarga untuk berfoto di tempat photobooth yang menjadi tempat favorit, dengan hiasan bunga-bunga nan cantik, tak lupa disediakan toga untuk berfoto.

Usai prosesi wisuda, tibalah waktu yang dinanti yaitu seminar islamic parenting yang dibawakan oleh Bu Ida S. Widayanti, seorang trainer dan penulis buku-buku parenting yang bukunya sudah beberapa kali cetak.

Bu Ida memaparkan fakta yang mencengangkan, bahwa Indonesia memiliki tingkat darurat perceraian tertinggi di dunia. Menurut beliau, salah satu penyebabnya adalah karena kurang siapnya seorang perempuan menjadi istri dan ibu. Maka penting bagi kita sebagai orangtua untuk terus belajar.

Lalu kapan kita bisa berhenti belajar? "Saat kita telah lebih dulu dipanggil oleh Allah. Akan tetapi selama anak-anak masih hidup bersama kita, berapapun usia mereka, kita tetap perlu belajar terus menerus. Mari kita menjadi orangtua pembelajar!" Tutur Bu Ida menyemangati setiap peserta seminar yang hadir untuk senantiasa belajar sepanjang hayat.

Ada sebuah kisah yang disampaikan oleh Bu Ida dan masih terngiang sampai sekarang. Dikisahkan tentang seorang ibu yang setiap pulang dari aktivitasnya mendapati anak-anaknya yang masih kecil berantem, lalu sang ibu itu pun berkata, "Bisa diam tidak? Mama sedang capek!"

Hal itu sering terjadi dan kalimat tadi pun selalu terucap berulang. Apa yang terjadi? Ketika ibu itu sudah lansia, dia datang ke rumah anak gadisnya, sedang anak gadisnya pulang dalam keadaan capek.

Sang ibu berkata banyak di depan pintu, lalu apa yang dikatakan sang anak? "Mama bisa diam tidak? Saya sedang capek!" Ibu tersebut tersadar dan mengatakan, "Dulu saya yang tanam, sekarang saya yang menuai. Dulu saya yang berkata-kata seperti itu kepada anak saya, sekarang anak saya yang mengatakan hal itu kepada saya."

Menurut Bu Ida, sang anak tidak mendendam pada ibunya. Otaknya hanya mencatat, kalau orang capek boleh tidak senyum, kalau orang capek boleh tidak jawab salam, kalau orang capek bisa banting pintu, kalau orang capek bisa berada di kamar mengunci pintu.

Maka dari itu penting bagi kita untuk senantiasa menyirami hubungan baik dengan pasangan, menyirami hubungan baik dengan anak, nanti akan tumbuh bunga-bunga indah yang akan kita petik di kemudian hari.

Selain itu, Bu Ida menyampaikan bahwa  di dalam Alquran terdapat 17 dialog tematik antara orangtua dan anak pada 9 Surat. 14 dialog diantaranya adalah dialog antara ayah dan anak. Maka betapa pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak.

Di akhir seminarnya, Bu Ida memberikan pesan bahwa sebagai orangtua, apa yang kita pikirkan, apa yang kita rasakan, apa yang kita lakukan dan apa yang kita ucapkan semua adalah do'a. Oleh karena itu, untuk bisa membangun sebuah tim keluarga yang kokoh harus dimulai dengan bahagia dan senantiasa bersyukur atas apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita.

Akhirnya rangkaian acara wisuda dan seminar parenting telah usai, namun bukan berarti proses belajar selesai sampai di sini. Justru wisuda ini menjadi langkah awal untuk terus belajar, terus membenahi diri dan menjadi penyemangat untuk senantiasa berkarya dan berbagi.

Salam Ibu Profesional

Membangun A Home Team

Membangun A Home Team

By : Dewi Fatimah


Oleh -  oleh dari seminar “ Membangun A Home Team Tangguh di Era Milenial “ oleh bu Ida S. Widayanti sekaligus wisuda Matrikulasi Batch #7 Institut Ibu Profesional Banten hari Minggu, 28/ 07/ 2019 di Aula Masjid Sari Asih.

Kenapa harus A Home Team?
Karena lingkungan terkecil dan yang paling memberi pengaruh untuk anak adalah KELUARGA, bukan tetangga, bukan sekolah.

Kemudian bu Ida menampilkan slide foto sebuah keluarga yang kita semua pasti mengenalnya. Sebuah potret keluarga yang sangat sederhana tetapi begitu luar biasa orang tuanya mengolah konflik antar anggota keluarga. Sebuah potret keluarga yang akan selalu kita kenang cerita -  ceritanya… Kemudian terdengar backsound “ Keluarga Cemara “ mulailah terdengar isakan peserta seminar, apalagi saat bu Ida menambahkan seluruh peserta diminta untuk membayangkan wajah setiap anggota keluarga.

Harta yang paling berharga adalah keluarga…
Istana yang paling indah adalah keluarga….
Dst dst….

Taukah anda Indonesia darurat perceraian?? Angka perceraian tertinggi di dunia ternyata Indonesia. Setahun tercatat ada 380.000, sehari 1.041,sejam ada 43 daaaaan setiap 1,3 menit ada 1 perceraian. Daaan ternyata 70% wanita menggugat cerai.

 Astagfirullah…. 
Kenapa? 
Mengapa?
Menurut Tribunnews, media sosial menyebabkan tingginya angka perceraian. Gunakan dengan bijak gawai anda ya buibu…

Alhamdulillah kita kita tergabung dalam komunitas yang baik, yang mengajarkan kita menjadi pribadi yang lebih baik dan menyiapkan kita menjadi ibu dan calon ibu yang baik. Mengutip dari Anies Baswedan “ Dibandingkan dengan profesi -  profesi lain, orang tua adalah profesi yang paling tidak disiapkan. Karena tidak ada sekolah menjadi ibu dan ayah, tidak ada sarjana kepengasuhan bu Ida menambahkan.

Berada di tengah -  tengah ibu pembelajar, kita berada di pusaran energi positif dari teman-teman yang berusaha dan berupaya menjadi ibu yang baik dan menerapkan pola pengasuhan yang baik untuk anak - anak kita.

Sebagai orang tua, khususnya sebagai ibu, hadirkan sepenuhnya diri kita saat membersamai ananda. Awasi dan batasi penggunaan gawai, jangan sampai saat anak -  anak kita merasakan fenomena BLAST ( Bored / Burned out, lonely, Angry or Afraid, Stressed, Tired),  sehingga anak lebih nyaman curhat di beranda atau grup -  grup yang tidak kita inginkan.
 
Terapkan komunikasi produktif dalam keluarga, alhamdulillah kita mendapatkan materi ini di kuliah Bunda Sayang. Tambahan tips komunikasi dari Luqmanul Hakim adalah bagaimana kita menampilkan mimik, gestur, dan suara saat berkomunikasi dengan anggota keluarga. Jangan lupa bahagia dalam membersamai ananda, dan siapkan ananda menjadi pribadi yang bahagia pula dari masa kehamilan, nifas, dan menyusui dengan menjadi ibu yang dapat mengelola emosi dengan baik.

Jangan lupakan peran ayah dalam pengasuhan. Mengapa? Karena ada 17 dialog tematik orang tua_ anak dalam 9 surat dalam Al Qur'an, diantaranya ada 14 dialog ayah -  anak, 2 dialog ibu -  anak, dan 1 dialog orang tua. Bagaimana pun sibuk dan lelahnya ayah bekerja dan mencari nafkah, jangan abai untuk hadir membantu istri membersamai ananda dan selalu dukung istri anda. Beri bantuan dan berinisiatiflah membantu istri anda.

Bu Ida menutup seminar hari itu dengan menampilkan syair lagu Ada Band ft. Gita Gutawa serta back sound lagu tersebut. Yang tentu saja membuat saya tergugu teringat ( alm) bapak. Terima kasih bapak_ibu untuk segala do’a dan pengajaran, sehingga menjadikan anakmu seperti ini sekarang. Allohummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayanii shoghiroo …

Dewi Fatimah
Serang, 30/07/2019

Kamis, 25 April 2019

Kartini

Tanggal 21 April 2019 tepat di hari Kartini,  kami janjian ketemu dengan Kartini-kartini komunitas Ibu Profesional regional Jabodetabek di Jakarta. Dan yang paling menggairahkan kami juga akan meet up dengan bu Septi Peni Wulandani founder Institut Ibu Profesional. Jika bertemu dengan bu Septi dan teman-teman dari regional lain,  pasti ada banyak hal berharga yang akan kami dapatkan. Karena itu kami berdua,  saya dan teh Ririn Marini berangkat pagi-pagi agar bisa sampai di tempat acara tepat waktu.


Pukul 09.00 lebih sedikit kami tiba di HC house, rumah kediaman mbak Mumun, tempat pertemuan. Acara sudah dimulai,  sehingga kami langsung duduk merapat bergabung.  Belum banyak yang hadir.  Tapi bu Septi tetap memulai acara tepat pada waktunya. Ibu menekankan bahwa memulai acara tepat waktu adalah salah satu value komunitas Ibu Profesional yang harus selalu dijaga,  tak peduli berapa yang sudah hadir,  bahkan jika yang hadir hanya dua orang pun,  acara tetap dimulai on time. Ini menjadi catatan kami. Lalu kami saling berkenalan satu sama lain dan mengenali kekuatan masing-masing melalui permainan-permainan seru.


Suasana yang mulanya canggung perlahan mencair. Ternyata permainan-permainan itu adalah trik meleburkan peserta. Di dalam komunitas online dimana membernya banyak berinteraksi di dunia maya,  biasanya menjadi canggung ketika berjumpa di kegiatan offline karena tidak saling kenal. Nah, permainan-permainan akan mencairkan kecanggungan, efektif menghangatkan suasana dan menciptakan kedekatan.  Hal ini juga menjadi satu catatan lagi bagi kami. Kami sebagai pengurus harus kreatif dan memperbanyak stock permainan untuk mengakrabkan para member disetiap acara-acara kopdar.

Semakin siang wakil-wakil dari regional lain mulai berdatangan. Ada dari IP Tangerang Selatan, Tangerang Kota, Jakarta tentu saja, Bogor, Depok, Karawang, Bekasi,  IP pusat,  KIPMA, SC pusat, TnC dan bu Ulfah rekan kami juga hadir.


Kamipun berkelompok sesuai regional masing-masing, mempresentasikan tantangan yang dihadapi dan solusi yang akan diambil. Lalu kami saling berbagi solusi. Luar biasa... Banyak action dari regional lain yang bisa kami ATM.  Banyak hal yang bisa kami bawa pulang untuk kemudian diaplikasikan di daerah.

Acara ditutup dengan acara puncak kesukaan ibu-ibu yaitu makan-makan sambil chit-chat akrab. Seperti biasa konsepnya adalah potluck dan zero waste.  Masing-masing mengeluarkan kotak makan dan tumbler nya untuk diisi dengan hidangan yang sudah ditata rapi diatas meja.




What a great day... Hari yang luar biasa dimana kami seperti mendapat charging energy dari bu Septi dan teman-teman semua.

Kami pun pulang membawa setumpuk catatan yang akan kami bagi dengan teman-teman pengurus di Banten dan akan kami adopsi beberapa hal dari IP regional lain untuk kemajuan IP Banten kita.... InsyaAllah.


Ditulis oleh : Ibu Kishartati - Leader Ibu Profesional Banten

Senin, 15 April 2019

Kopdar Matrikulasi Batch#7

Event Matrikulasi Ibu Profesional Banten Batch 7



Silaturahim di pertengahan kelas Matrikulasi Ibu Profesional Banten atau istilah yang lebih kita kenal dengan nama Kopi Darat atau Kopdar. Ini adalah salah satu program matrikulasi Ibu Profesional Banten untuk lebih memperat tali persaudaraan sekaligus untuk menambah motivasi kepada calon member. Bahwa untuk menjadi seorang ibu adalah perjuangan, dan kita tidak berjuang sendirian. Melalui Kopdar, akan lebih banyak cerita dan perkenalan dari mereka, calon member Ibu Profesional Banten.

Telah dilaksanakan Kopdar Matrikulasi Batch #7 Banten pada hari Minggu tanggal 31 Maret 2019 bertempat di TK Tunas Insan Kamil, Bhayangkara Serang. Kopdar dihadiri oleh kurang lebih 10 orang pengurus dan 35 orang peserta kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Banten.

1.1 Pembacaan ayat suci Al-Quran


Kopdar diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan tilawatil Qur’an agar acara berjalan dengan lancar dan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

1.2 Perkenalan regional oleh koordinator IPBanten

Dalam kesempatan ini, Ibu Kishartati selaku Leader Ibu Profesional Banten menyampaikan perkenalan regional secara langsung kepada para peserta Matrikulasi. Tak lupa Bu Tati memaparkan kegiatan online maupun offline yang menjadi agenda rutin Ibu Profesional Banten. Juga menjelaskan tentang Rumah Belajar (Rumbel) yang sudah terbentuk. Diharapkan para peserta Matrikulasi dapat lulus dan segera bergabung menjadi member Ibu Profesional Banten dan dapat berkesempatan mendapatkan tambahan ilmu baik dari kelas offline maupun online yang diselenggarakan oleh Ibu Profesional.

1.3 Fasilitator kelas Matrikulasi Bath#7

Bunda Vidya Christy Andari selaku Fasilitator Kelas Matrikulasi Batch #7 IIP Banten menyampaikan aliran rasa yang sangat menyentuh. Bunda Vidya mengingatkan agar matrikan selalu menjalankan value Ibu Profesional, yaitu berbagi dan melayani. Bu Vidya berujar, bahwa menjadi fasilitator bukan berarti telah banyak ilmu, namun keinginan berbagi ilmu-lah yang mendasarinya. Kita tidak pernah mengetahui apakah ilmu yang kita rasa sedikit justru terasa banyak dan bermanfaat untuk orang lain.

1.4 Bu Vidya, Bu Meiftia, Bu Senny, dan Bu Ririn


Selaku Wali Kelas, saya, juga mewakili Teh Ririn Marini menyampaikan bahwa tugas Wali Kelas adalah memastikan bahwa kegiatan Matrikulasi berjalan dengan baik, memperkenalkan regional kepada para peserta Kelas Matrikulasi dan membantu mengingatkan matrikan untuk menyelesaikan tugas NHW yang diberikan. Hal tersulit untuk Wali Kelas adalah menyampaikan formulir Cuti jika matrikan melanggar CoC kegiatan perkuliahan Matrikulasi.

1.5 Aliran rasa peserta

Matrikan juga berkesempatan menyampaikan aliran rasa selama menjalani perkuliahan Matrikulasi Batch #7. Aliran rasa disampaikan oleh Teh Meiftia, Mbak Sindi dan Mbak Farah. Ketiga matrikan merasakan manfaat dari perkuliahan Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Perubahan ke arah positif mulai terasa dalam menjalankan peran individu, ibu maupun istri.


Kegiatan kopdar terasa hangat karena semua peserta yang hadir, baik matrikan maupun pengurus diminta untuk memperkenalkan diri. Juga ada surprise dari Fasilitator dan Wali Kelas untuk Ketua Kelas sebagai apresiasi atas kontribusinya menjalankan peran sebagai Ketua Kelas sehingga membantu kelancaran berlangsungnya Kelas Matrikulasi 😍. Kopdar makin terasa seru karena MC Mbak Nimas dan Mbak Sherly memberikan games pertanyaan yang berhadiah doorprize dan ada acara tukar kado yang heboh! πŸ˜€. Ada kids corner juga untuk anak-anak sehingga ibu-ibu bisa fokus berkegiatan ya 😎.


Oh ya, yang menambah seru dan berkesan dari kopdar kali ini, potluck yang luar biasa beragam jenis dan jumlahnya 😘. Mulai dari makanan berat seperti urap sayur, buras, sate sosis, martabak sayur homemade, macaroni schotel homemade, dan serundeng daging. Juga ada aneka bolu, aneka gorengan, aneka donat, aneka puding, risoles, brownies, soes, soes Γ©clair, pie buah, kroket. Ada juga yoghurt untuk anak-anak, aneka buah, roti isi, singkong Thailand, dan keripik pisang coklat. Beberapa potluck merupakan hasil olahan bisnis rumah tangga para matrikan. Hmmm… menambah nilai tambah dari potluck itu sendiri ya 😚.

1.6 Gantungan kunci matrikulasi ibu rofesional banten


Terima kasih panitia kopdar, Alhmdulillah kopdarnya seruuuu....souvenirnya juga cantik, ada gantungan kunci MIIP7 Banten πŸ˜‰. Sayangnya banyak matrikan yang berhalangan hadir pada acara kopdar kali ini, semoga wisuda offline nanti semua matrikan bisa hadir yaa.. dan lebih banyak pengurus juga yang bisa hadir meramaikan acaranya. πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Ditulis oleh : Senny Listy Kartika Falestin (Wali Kelas MIIP7 Banten)

Rabu, 03 April 2019

Keluarga Siaga Bencana


Indonesia terletak di kawasan cincin api pasifik yang secara geografis dan klimatologi mempunyai tantangan untuk melindungi dan memperkuat masyarakat dari ancaman resiko bencana. Pergerakan tiga lempang tektonik besar yakni lempang Indoaustralia di bagian selatan, lempeng Samudera Pasifik di sebelah timur dan lempeng Eurasia di sebelah utara dan disertai 5.590 daerah aliran sungai mengakibatkan resiko bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api dan tanah longsor.

Tingginya jumlah masyarakat terpapar ancaman bencana dan kemungkinan dampak kerusakan, kerugian lingkungan menunjukkan bahwa masyarakat terutama keluarga perlu meningkatkan pemahaman resiko bencana sehingga dapat mengetahui bagaimana harus merespon dalam menghadapi situasi darurat. Masalah mendasar yang ditemukan di masyarakat diantaranya adalah belum mengetahui ancaman dan informasi peringatan dini, lokasi titik kumpul, dan arah jalur evakuasi baik di rumah maupun di luar rumah, panik dan tergesa – gesa saat kejadian bencana.

Pada situasi darurat, diperlukan pengambilan keputusan yang tepat dan cepat untuk mengurangi resiko. Seluruh anggota keluarga harus membuat kesepakatan bersama agar lebih siap siaga menghadapi situasi darurat bencana. Rencana kesiapsiagaan keluarga (family preparedness plan) harus disusun dan dikomunikasikan dengan anggota keluarga dirumah, kerabat yang ada dalam kontak darurat serta mempertimbangkan system yang diterapkan di lingkungan sekitar dan pihak berwenang. Skenario kejadian dibuat bersama oleh seluruh anggota keluarga dan berbagi peran dalam setiap skenarionya sesuai dengan jenis bahaya yang mengancam, Bila rencana sudah disepakati, maka perlu dilakukan simulasi secara berkala agar tidak panik dalam situasi darurat. Siap untuk Selamat.

Kenali Resiko Bencana di Sekitar Anda
Resiko bencana disekitar kita dapat kita kenali dengan mengakses informasi ancaman bencana dari BNPB yang dapat diakses di inarisk.bnpb.go.id dan juga dapat diakses dengan aplikasi mobile yang dapat diunduh di playstore dan iOS

Membuat rencana kesiapsiagaan bencana untuk keluarga
Rencana kesiapsiagaan bencana adalah perencanaan yang dibuat oleh keluarga untuk siap dalam kondisi darurat akibat bencana baik saat di dalam rumah ataupun diluar rumah. Rencana ini harus dipahami dan disetuji oleh setiap anggota keluarga.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam membuat rencana kesiapsiagaan keluarga adalah :
  1. Mengetahui ancaman bencana yang ada di sekitar
  2. Mengetahui cara melindungi diri jika terjadi bencana
  3. Mengenali bagian dari rumah yang dapat dijadikan perlindungan
  4. Menghindari bagian rumah yang beresiko membahayakan
  5. Mengetahui jalur evakuasi yang disepakati
  6. Mengetahui titik kumpul di luar rumah yang telah disepakati
  7. Menyiapkan perlengkapan standaar keadaan darurat bencana untuk keluarga
  8. Mencatat nomer telepon setiap anggota keluarga
  9. Mencatat nomor – nomor penting untuk keadaan darurat bencana
  10. Mencatat nomor – nomor penting terkait aktifitas setiap anggota keluarga
  11. Mempraktekkan rencana kesiapsiagaan yang telah disepakati
  12. Evaluasi praktek simulasi rencana kesiapsiagaan keluarga
  13. Melakukan penyesuaian ulang rencana sesuai dengan kondisi terakhir ancaman bencana, perubahan anggota keluarga dan kondisi rumah

Perlengkapan kesiapsiagaan bencana
Perlengkapan kesiapsiagaan bencana adalah satu paket perlengkapan kebutuhan dasar yang disiapkan seelum terjadi bencana untuk dipergunakan pada keadaan darurat bencana selama 3 x 24 jam. Perlengkapan ini berguna untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga pada kondisi tdak ada bantuan sama sekali.
Perlengkapan kesiapsiagaan bencana terdiri dari:
  1. Makanan yang tahan lama dan mudah dibawa
  2. P3K dan obat – obatan sederhana
  3. Dokumen penting dalam map plastik tertutup rapat (salinannya bsa dititipkan pada kerabat beda kota yang dapat dipercaya)
  4. Lampu senter dan batere cadangan
  5. Lilin dari korek api
  6. Peluit
  7. Baju ganti dan selimut
  8. Jas hujan plastik
  9. Powerbank
  10. Pulpen dan notes
  11. Air minum
  12. Untuk bayi: bubur bayi, susu bubuk, minyak, diapers
  13. Jika ada orang tua dan sakit menahun siapkan obat – obatan cadangan
  14. Personal hygine
Perlengkapan ini diperiksa setiap tiga bulan sekali dan ganti makanan dan minuman dengan yang baru

Aplikasi andoid dan IOS yang dapat membantu kesiapsiagaan:
  1. Magma Indonesia
  2. BMKG
  3. BNPB
  4. BNPB TV
  5. INA RISK
  6. Siaga Bencana
  7. Life360
Download Buku Pedoman Kesiapsiagaan Keluarga di www.siaga.bnpb.go.id
Kesimpulan
Kita harus mengenali ancaman bencana yang ada di sekitar kita lalu persiapkan diri dan keluarga kita menghadapi situasi darurat bencana, Dengan begitu resiko keselamatan dapat dikurangi.

Sebaik apapun persiapan kita dalam menghadapi situasi darurat bencana, Namun kuasa Tuhan lah yang menentukan keselamatan diri kita dan keluarga. Maksimalkan rencana lalu sempurnakan dengan doa.

Disusun untuk Ruang Keluarga Harmony FM tanggal 26 Desember 2018 oleh:
  • Restu Anjarwati
  • Wiko Adi Nugroho

Sumber Bacaan:
Buku Pedoman Kesiapsiagaan Bencana untuk Keluarga yang diterbitkan oleh Direktorat Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggunalangan Bencana