Jumat, 05 April 2019

Master Mind - April


Assalamualaikum bunda sekalian di tengah perjalan saya menuju RS untuk anter suami, izin setor MM ya.. mohon maaf kalau agak panjang dan malah jadi curcol, semoga ada pelajaran yang dapat di ambil.

Perkenalkan, panggil saja Amel. Kelahiran Bandung 27 tahun yg lalu. Menikah 1 tahun yang lalu dengan seorang lelaki asal surabaya, seorang yang tegar, penyayang dan berhati lembut bernama Trisna M. Yudha. Dan alhamdulillah sekarang sedang menanti kelahiran sang buah hati (sudah masuk 36 weeks, mohon doanya bunda sekalian).

Sekilas flash back ke kehidupan sejak kecil, saya dididik oleh seorang ayah asli Makasar dan seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Bandung. Dalam kesederhanaan alhamdulillah dididik dalam keluarga yang bisa dibilang cukup bahagia. Ditengah keterbatasan seorang ayah yang hanya seorang pegawai swasta yang mementingkan pendidikan dan alhamdulillah ditengah lika liku dan problematika kehidupan, dapat menyekolahkan ketiga putrinya hingga menjadi sarjana.

Saya merasa hidup saya saat itu "too good too be true" benar-benar Allah memberikan banyak Nikmat dan berkahNya. Ditengah keluarga yang utuh dan bahagia, sekolah yang layak, teman-teman yang baik. Saya pun sempat diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan tinggal selama 1 tahun di Negri Paman Sam dengan beasiswa penuh saat program pertukaran pelajar d MA (kalau ada bunda yang kepo tentang programnya boleh japri saya ya, setau saya programnya rutin untuk anak -anak SMA ke berbagai negara). Tidak hanya itu, lulus MA Allah berikan berkah lain, saya tidak perlu membayar biaya kuliah saya hingga sarjana di salah satu PTS di Jakarta selatan yang saat itu rektornya masih pak anies baswedan. Dan saya sangat menikmati kehidupan mahasiswi saya saat itu sambil mengikuti beberapa kegiatan volunteer, belajar bahasa isyarat dengan teman-teman tuli (yang berhubungan dengan skripsi saya saat itu), dan berbagai UKM seni di kampus, meskipun harus pulang hingga larut malam.

Setelah lulus, saya sempat bekerja sebagai playschool teacher di salah satu sekolah yang cukup menyenangkan bagi saya di Bandung, tapi belum sampai 2 tahun sudah ada pangeran yang datang melamar dan akhirnya memutuskan untuk menikah dan ikut suami ke tempat kerjanya di cilegon.

Awal menikah di Cilegon, saya diajak untuk bergabung dengan sebuah playschool yang menginduk pada sekolah dimana saya bekerja dulu di Bandung. Alhamdulillah, saya senang sekali. Walaupun saya masih belajar dan ternyata tidak mudah menjadi seorang playschool teacher tapi bagi saya itu menyenangkan.

Alhamdulillah, tidak hentinya Allah memberikan kebahagiaan kepada kami, baru 1 bulan menikah saya positif hamil. nimat-Nya yang manakah yang kan kau dustakan? Rasanya saya orang yang paling bahagia di dunia ini.

Dan.. perjuangan kehidupan yang sebenarnya pun baru terasa, dimulai dari sini..

Dua minggu kemudian tiba2 roda kehidupan berputar begitu cepat. Sepulang bekerja, saya mengalami pendarahan dan dibawa ke UGD. Singkat cerita saya keguguran. Ditengah suami pun baru mulai konsumsi obat karena hipertensi. Setelah itu, suami meminta saya untuk di rumah saja dan tidak terlalu capek. Singkat cerita saya pun mengundurkan diri dari pekerjaan saya. Sempat stress, merasa tidak berguna, sulit beradaptasi dengan ibu-ibu komplek, coba cari kegiatan di rumah sambil jualan, tapi belum menemukan "klik" nya.

Hanya berselang beberapa minggu saja, tiba-tiba suami merasa di lutut kiri sendi kakinya sakit untuk digerakkan dan sulit berjalan. Ketika di check lab ke dokter asam urat suami tinggi sekali saat itu, dokter pun menemukan kejanggalan lain pada hasilnya. Setelah di usg, dan melalui proses pemeriksaan lain, dokterpun memberikan rujukan langsung ke prof. specialis ginjal dan hipertensi. Dan dinyatakan gagal ginjal kronis stad. 4. Lalu dijelaskan beberapa kemungkinan terburuk yang akan berlangsung kedepannya seperti apa dengan penyakit tersebut. 😭

Keluar dari ruang konsultasi kami tidak banyak berbicara. Masing-masing masih sibuk dengan kegundahan yang sama. Kami langsung menuju masjid untuk shalat, untuk mengadu atas kegundahan yang dirasakan. Dan memohon ampun atas segala khilaf. Kami baru saja menerima surat cinta dari Mu ya Allah. Ternyata Kau Rindu.

Mas cukup tegar menerima surat cinta dari Allah ini. Justru mas yang selalu menguatkan saya, dan berkata bahwa Allah rindu, kita yang perlu instropeksi diri selama ini karena terlalu terlena dengan segala kebahagiaan yang Allah berikan sehingga kita jd sering lupa.

Pada titik ini, saya baru mengerti arti dari “menikah itu ibadah” yang sesungguhnya.
Karena ternyata bukan hanya kami saja yang diuji, setiap pernikahan memiliki ceritanya masing-masing. Entah itu diuji lewat anaknya, hubungan keluarga besarnya, masalah ekonomi, masalah kesetiaan, dan berbagai masalah lainnya. Setiap pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing, apapun itu.

Saya tidak berhak untuk bilang bahwa ujianku yang paling berat daripada ujian yang terjadi pada keluarga yang lain. Jika bertukar peran, belum tentu saya mampu menghadapi ujian yang sedang diperjuangkan oleh orang lain. Karena sejatinya Allah menguji hambaNya sesuai dengan kemampuan hambaNya. Kita tidak bisa membanding- bandingkan ujian yang kita hadapi dengan yang orang lain hadapi. Yang terpenting adalah bagaimana proses kita melewati ujianNya hingga dapat naik kelas dengan “nilai” yang bagus dengan cara yang mulia.

Dibalik segala yang kami hadapi, alhamdulillah ternyata banyak hal juga yang patut kami syukuri dan tidak ada alasan untuk tidak berbahagia. Karena jika disadari baik kesulitan maupun kemudahan keduanya adalah Nikmat. Jadikanlah keduanya sebagai tiket kita menuju syurgaNya, dengan syukur dan sabar. Tetap yakin Kuasa Allah tidak ada yang tidak mungkin. Kuncinya ikhtiar semaksimalnya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jika Allah berkehendak untuk sembuh, Kunfayakun..

Sekitar satu minggu yg lalu, suami sudah diminta dokter untuk ketahap selanjutnya yaitu cuci darah karena dikhawatrkan akan berakibat fatal jika tidak segera ambil tindakan. Mental kami sempat drop lagi menghadapi kenyataan ini. Saat ini sedang cukup riweuh, wara wiri ke RS., ikuti pengobatan, berusaha urus BPJS karena butuh biaya yg ternyata tidak sedikit kedepannya, sambil tanya-tanya tentang opsi penanganan lainnya, apapun itu kami berusaha untuk ikhtiarkan dan berserah ditengah kehamilan yang semakin membesar pula. Mohon doanya Bunda semua, dan semoga bunda-bunda dan keluarga juga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi apapun kesulitan yang sedang dihadapi. Semangat! 💪😊

Saya akhiri dengan kutipan tulisan yang mohon maaf sumber aslinya saya belum ketahui tapi cukup jadi penyemangat untuk saya saat sedih:

Seorang pemuda yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Sayidina Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata:

Pemuda       : “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”

Sayidina Ali: “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah! Apakah engkau datang kedunia ini bersama masalah-masalah ini?”

Pemuda       : “tentu tidak”

Sayidina Ali: “lalu apakah kamu akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?”

Pemuda       : “Tidak juga”

Sayidina Ali:
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”

“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia. Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi, dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan. Tersenyumlah karena rezekimu telah dibagi dan hidupmu telah diatur. Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini. Karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur”

Kemudian Sayidina Ali meneruskan ungkapannya
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari.

Dibalik kemudahan ada rasa syukur. Sementara Allah berfirman ‘Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur’ (QS. Ali Imran:144)

Dan dibalik kesulitan ada kesabaran, Allah berfirman ‘Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.’ (QS. AzZumar:10)

Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah SWT. Lalu kenapa masih bersedih?

Jangan selalu mengeluh “Ohh masalahku begitu besar” tapi katakan pada masalah itu “Sungguh aku punya Allah sebagai pelindungku”

Lantas nikmatNya manakah yang kan kau dustakan?”

Sekian MM dr saya
Wassalamualaikum
@melmulyasani

Selasa, 02 April 2019

Master Mind - Maret


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ijin berbagi Master Mind yaa ibu-ibu sholehah 🙏

Perkenalkan, nama saya Rizmy N. Biasa dipanggil sama temen-temen sekolah, kuliah, kerja "riz, mi', atau mbak mi".
Lahir di Kebumen. Saya sulung dari 5 bersaudara. Saya tumbuh besar, sekolah, dan kuliah di Semarang.

Pernah bekerja di BUMN penempatan Kendari, Sulawesi Tenggara selama 2,5 tahun, sekarang tinggal di Cilegon bersama suami & seorang anak perempuan yang Soleha.

Bapak Ibu saya, sosok yg dari kecil selalu saya kagumi & saya banggakan.
Mereka rela mengerjakan apapun yg halal, demi bisa menyekolahkan & mencukupi kebutuhan anak-anaknya. Dulu, Bapak rela masih harus ngojek sore sampai malam  setelah bekerja dari pagi sampai sore. Ibu rela menjadi asisten rumah tangga, buruh cuci dan cleaning service di sebuah kampus demi bisa membantu Bapak biar bisa "cukup" sehari-harinya.
Bapak adalah sosok yg sangat tegas, pekerja keras, mandiri, gigih, tidak mudah putus asa. Nilai-nilai itu jg yg selalu ditanamkan kepada kami, putra putrinya.
Jadi perempuan juga harus kuat, nggak boleh "ingah-ingih" kata beliau.


Jadi ingat, semenjak SMP sampai kuliah Bapak jarang sekali mengantarkan anak-anaknya sekolah, bukan karena tega atau nggak sayang, tapi ibu bilang bahwa beliau ingin anak-anaknya belajar mandiri dan tidak selalu bergantung pada orang lain.
Katanya, kalau nggak mau telat, ya harus bangun lebih pagi, biar dapat angkot atau bis yg lebih pagi juga.

Saya belajar banyak dari mereka, terutama tentang perjuangan. Perjuangan hidup mereka dalam menjalani skenario Allah. Adik laki-laki saya sudah harus menjalani tiga kali operasi usus mulai dr usia 40 hari hingga belum genap setahun. Keluar masuk rumah sakit dari balita sampai SMP. Hingga pada sebuah perjuangan ketika saya ingin sekali bisa kuliah, tapi Bapak merasa belum sanggup membiayai karena kebutuhan hidup sehari-hari dan biaya sekolah adik-adik saya juga masih banyak.
Lulus SMK saya memutuskan bekerja dulu, alhamdulillah diterima kerja jadi kasir di Alfamart.
Walaupun gajinya tak seberapa, lumayan buat tambahan tabungan masuk kuliah.
Setaun bekerja, saya resign dan ikut tes perguruan tinggi.
Alhamdulillah diterima.Terus biayanya sampai lulus gimana ?
Pertahankan IPK jangan sampe dibawah 3.0 biar dapat terus beasiswa untuk bayar semesteran. Karena sehari saya hanya dikasih uang saku oleh bapak 10.000, itupun habis buat naik angkot + bis PP kampus. Akhirnya kuliah sambil jualan gorengan di kampus.
Pulang kuliah ngasih peljaran tambahan untuk anak SD dari sore-malem. Sabtu-Minggu cari freelance menjadi SPG produk Nutrifood, casual di acara-acara nikahan dan lain sebagainya.

Tahun 2016… Allah mempertemukan saya dengan jodoh terbaik pilihan-Nya. Kenal baru 8 bulan, ketemu baru 2x, kemudian menikah. Setelah menikah, kami harus LDM (Long Distance Marriage) Kendari-Cilegon.

Satu bulan setelah menikah, alhamdulillah Allah menitipkan sebuah amanah terindah di rahim saya.Tidak mudah, hamil jauh dari suami, keluarga, saudara. Morning sickness parah sampai 5 bulan, makanan dan minuman yg jd "idam"-an seringkali tidak keturutan.

Pasca Melahirkan . . .

Masa & pilihan cukup berat sepanjang hidup. Resign, keputusan yg sy ambil pd akhirnya, banyak yg mendukung, tidak sedikit pula yg menyayangkan. Tentang pendidikan tinggi yang sudah saya tempuh, tentang perjuangan ikut tes seleksi bolak balik luar kota sampai 4x & masing-masing tes ada 7 tahap seleksi,  tentang jumlah pinalti puluhan juta yang harus dibayar, kenspa resign nggak nunggu ikatan dinas selesai, kenapa anaknya gak dititipin orang tua atau mertua saja, dan kenapa2 yg lainnya yg membuat sy cukup stres pada saat itu.

Menyesal ?
Insya Allah tidak.
Saya bersyukur dgn keputusan-keputusan yang saya buat, karena tanpa itu saya tidak belajar dari pengalaman. Bahwa jangan pernah menyesali pilihan.
Tidak ada yg kebetulan di dunia ini, karena Tuhan mengaturnya sangat presisi, yang terbaik bagi kita.

Sekian sharing pengalaman & pelajaran hidup dari saya.
Kurang lebihnya mohon dimaafkan.
Semoga ada hal baik yg bisa diambil hikmahnya 🙏
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Jumat, 15 Maret 2019

Master Mind

Master Mind

Assalamualaikum bunda pembelajar, mau ngasih bocoran nih, apa sih yang bikin seru diperkuliahan Ibu Profesional selain keseruan mengerjakan tugas dan NHW? Apa yang ada di dalam WA Grup member IP Banten sampe bikin betah dan berbobot? Penasaran nggak?

Salah satu materi yang ditunggu untuk dibaca setiap minggu nya adalah Master Mind yang dibuat oleh member IP Banten. Apakan Master Mind? Mastermind adalah program berbagi tulisan mengenai progress diri & keluarga. Salah satu program di IIP yang diisi dengan kegiatan diskusi dan brainstroming, berawal dari sharing tentang kesuksesan yang kita raih agar bisa menginspirasi orang lain. MM bisa berupa pengalaman hidup yang paling berkesan di mana terjadi perubahan ke arah lebih baik dalam kehidupan kita, dan apa harapan kita ke depan. Nggak harus berkaitan dengan IP, tapi kalu berkaitan juga boleh.


Mengapa mastermind ini penting?
Karna dari mastermind kita dapat mengambil pelajaran, hikmah, ibrah dari kisah hidup orang lain yang nilainya bisa kita ambil/adopsi utk bekal perbaikan diri kita

Apa saja Kontennya?
ü  Refleksi masa lalu
ü  Perbaikan diri dimasa kini
ü  Harapan & cita2 dimasa depan
ü  Sukses apa bulan ini?
ü  Apa ilmu yang bisa di share dari kesuksesan ini?
ü  Bulan depan mau sukses apa? 


Nah sebagai wujud kontribusi para bunda sebagai member maka program ini wajib diikuti. Setiap bulan sesuai jadwal yang sudah disusun team kordi maka member yang ditunjuk wajib men_sharing_kan MM nya. 


Tidak ada alasan ....‼

Tidak bisa menulis.....
Bukan alasan, hanya belum mencoba. InshaaAllah sharing MM ini sebagai sebuah latihan.

Belum ada yg sukses...
Tak masalah, karena semuanya berproses dan tidak instan, bukan hasil yg akan Allah nilai melainkan usaha yg telah kita lakukan. Kegagalan adalah sukses yg tertunda

Tidak ada waktu buat menulis?
Meluangkan waktu utk berbagi kebaikan akan menuai pahala yg berlipat. Boleh kok share MM dalam bentuk WA voice

So....jangan ragu utk sharing

💞 Because sharing is caring💞

Menurut Ibu Septi, jika MM ini dipraktekkan secara continue... Maka akan terlihat beda & berbeda sosok Ibu Profesional itu

Nah Inysyaallah sejak bulan Maret ini akan kami share juga beberapa Master Mind yang dibuat oleh member yang menginspirasi agar dapat menebar kebaikan lebih banyak lagi, jadi nantikan Master Mind nya yaa.