Oleh : Annisa HD
Braak...!
Suara menutup pintu setengah dibanting. Dini tertegun. Mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya.
Ia bergegas lari ke kamar menangis secara diam diam. Tak kuasa ia berlama-lama lama tuk menunggu keberangkatan suaminya bekerja. Untung putrinya sedang berangkat sekolah jadi tak melihat adegan tadi .
Masih segar dalam ingatannya tadi ketika suaminya berkata, "Masa uangnya sudah habis? Dikemanakan uangnya? Belanja apa saja sih kamu?"
Mungkin adegan tadi banyak yang mengalaminya walaupun berbeda posisi dan tak semirip cerita di atas. Intinya berhubungan dengan Pengelolaan Keuangan Dalam Keluarga.
Sebelum berbicara mengenai Pengelolaan Anggaran Rumah Tangga tentunya yang perlu disepakati bersama adalah tujuan membuat anggaran. Mungkin ada beberapa dari kita yang sudah pernah mengalami hal serupa yang seperti Bu Dini alami. Nah, tidak mungkin permasalahan rumah tangga yang sensitif perihal keuangan, kita biarkan berlarut-larut.
Untuk itulah, kita harus terlebih dahulu mengetahui akar permasalan khususnya perihal pengelolaan finansial keluarga kita. Anggaran tiap keluarga pasti berbeda-beda tergantung pada visi, misi dan prioritas dari masing-masing keluarga dan tak kalah penting pastikan uang / pendapatan yang masuk halal.
Pengelolaan keuangan dalam rumah tangga sangat penting untuk operasional rumah tangga.
" Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap ( memasuki) masjid.Makan dan minumlah & janganlah berlebihan.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang berlebihan." (Q.S.Al- A'raf: 31).
Agar tidak termasuk definisi orang yang berlebih-lebihan, jadi salah satu dari sekian alasan pentingnya Pengelolaan keuangan.
Hal - hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan yaitu:
1. Mencatat penghasilan/ pendapatan
Setiap penghasilan harus dicatat untuk memudahkan pengaturan keuangan. yang termasuk penghasilan / pendapatan ini bisa dari gaji pokok, hasil bisnis sampingan, tunjangan, Bonus,dll.
2. Membuat rencana pengeluaran bulanan
3. Membuat rencana pengeluaran tahunan
Setelah itu baru kita pilih rumus/ teknik mana yang lebih cocok dengan keluarga masing-masing.
Berikut adalah 5 Rumus /Teknik atur keuangan
1. Metode 50/30/20
50% ๐ pengeluaran tetap bulanan
(seperti: infak, sedekah/zakat, makan, listrik,iuran sampah, SPP sekolah anak, tempat tinggal, transportasi, dll).
30% = Sesuatu yang penting tapi tak mendesak / tak terlalu penting
( Beli pakaian, jalan-jalan , internet,perlengkapan rumah tangga).
20% = Masa Depan
( Menabung, biaya tak terduga, hadiah,dll).
2. Metode simpel
Caranya : Bagi 2 pendapatannya, yaitu untuk pengeluaran permanen/ tetap dan kebutuhan lain.
3. Metode Anggaran Dasar
Hampir sama dengan cara metode ke 2, hanya di sini sudah ditulis lebih rinci dibanding di cara ke 2.
4. Metode 40:30:20:10
Dengan metode ini , pendapatan dibagi:
40% ๐ Untuk biaya hidup dan pengeluaran rutin.
30%๐Untuk bayar cicilan dan tabungan dana darurat.
20%๐ Untuk dana sosial, sedekah, infak,zakat.
10% ๐Untuk investasi.
5. Metode 1-1-1
Metode ini dilatar belakangi oleh sebuah kisah seorang sahabat Nabi yang datang kepada Nabi Muhammad SAW terkait finansialnya. Dan nasihat itu pula yang diikuti oleh Salman Al Farisi. Ceritanya, ketika ia mendapat penghasilan 3 dirham, ia membaginya menjadi 3. 1 dirham untuk keperluan keluarga/ kebutuhan sehari-hari , 1 dirham disedekahkan, 1 dirham sebagai modalnya untuk usaha kembali.
Apa yang dilakukan Salman Alfarisi sungguh luar biasa. Ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya.
Namun kembali lagi, silakan pilih metode/ teknik yang dirasa paling tepat , tentunya setelah dimusyawarahkan bersama dengan pasangan. Atau mungkin pakai metode yang lainnya? Silakan saja.
Sekian dari kami. Semoga info hari ini bermanfaat untuk kita semua.
Terimakasih
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb




