Kamis, 05 Desember 2019

Gagal Piknik? Coba deh 7 Inspirasi Kegiatan Anti Membosankan Saat Liburan Ini. Pasti Ketagihan!




Oleh : Meiftia Hartono

Hai hai hai ibu dan calon ibu pembelajar. Wah tidak terasa ya kita sudah sampai di penghujung tahun 2019. Untuk ibu-ibu pembelajar yang memiliki putra putri yang sudah bersekolah, tentunya akhir tahun seperti ini sangat terasa ya semangat liburannya. Selain libur Natal dan Tahun Baru, eh bertepatan pula dengan liburan akhir semester sesuai kalender akademik. Tentunya masa-masa seperti ini ditunggu sangat ditunggu, bahkan orang tua bekerja rela deh mengambil cuti agar bisa berlibur dengan keluarga. Mumpung anak-anak libur sekolah, ya kan?
Tapi sayangnya, terkadang rencana liburan terkendala dengan jadwal cuti kerja orang tua ini. Sehingga impian untuk berlibur keluar kota atau luar negeri jadi tertunda dulu deh gara-gara orang tua tidak bisa cuti. Eits jangan kecewa dulu ya, liburan di rumah saja bukan berarti akan auto membosankan. Justru peran ibu-ibu pembelajar seperti kita yang harus cerdas dan kreatif menciptakan kegiatan berfaedah dan harus menyenangkan pastinya.
Apa saja sih kegiatan-kegiatan yang bisa dilakukan oleh kita dan anak-anak selama liburan, yuks kepoin di sini.
1. Berpetualang menyusuri kota kesayangan dengan kendaraan umum.
Karena kesibukan kita, kadang kita belum tahu bahwa kota yang kita tinggali bisa memiliki berbagai tempat menarik yang patut dijelajahi. Tidak hanya tempat wisata umum, tapi kadang nyempil tempat bersejarah atau destinasi unik seperti rumah ibadah kuno, pasar yang menyediakan makanan khas daerah, perpustakaan, dan lain sebagainya. Nah di sini perlu kelihaian ibu pembelajar untuk Googling ya. Lalu tentukan destinasi petualangan keluarga kita. Bila perlu, buat peta agar serasa menjelajah betulan.
Agar lebih menantang, persiapkan buah hati kita untuk pergi ke sana menggunakan kendaraan umum. Tentukan trayek yang akan ditempuh dan jangan lupa persiapan ongkos. Biar tambah greget, biarkan anak kita yang berinteraksi dengan supir atau kondektur atau bahkan jika naik kereta listrik atau kereta lokal daerah, ananda yang antre membeli tiketnya.
Jadi selain berwisata, ananda pun bisa belajar untuk lebih berani dan mandiri menggunakan alat transportasi publik. Nilai plus lagi jika mereka bisa membaca peta dan rute yang sudah kita persiapkan.
Jangan lupa utamakan keselamatan dan pilih kendaraan umum yang bebas atau minim dari asap rokok ya.
2. Playdate bertema literatur.
Nah kegiatan ini bisa dilakukan bersama teman-teman ananda yang juga tidak bisa liburan kemana-mana.
Persiapkan untuk mereka sebuah pesta buku dan dongeng. Sediakan tempat yang nyaman seperti karpet tebal dengan bantal-bantal besar nan empuk. Jika kita tidak bisa mendongeng untuk mereka, bisa juga mendatangkan pendongeng profesional untuk menghibur mereka.
Agar lebih seru, dekorasi tempatnya seperti pesta sungguhan dengan dekorasi serba literatur dan aksara. Tentunya dilengkapi cemilan yang lezat. Tantang ananda dan teman-teman untuk bergantian membaca buku dan mendongeng untuk yang lain.
Lalu tidak ada salahnya tukar kado berisikan buku atau majalah kesayangan atau kita menyiapkan doorprize bertema literatur yang membuat suasana tambah semarak. Bisa tambah koleksi buku ananda sekaligus berbagi juga kan?
Wah seru dan edukatif!
3. Mendekorasi ulang rumah dengan hasil craft karya sendiri.
Nah ide liburan yang ini bakal cocok banget nih untuk ibu pembelajar dan ananda yang memiliki jiwa seni dan suka crafty. Tahun baru dengan suasana rumah baru dong. Ajak ananda untuk mendekor ulang rumah atau kamarnya sendiri. Selain mengatur ulang posisi furnitur, bisa juga lho menambahkan pernak-pernik hasil karya sendiri.
Ibu pembelajar bisa mengulik berbagai situs, blog, dan media sosial bertema craft untuk anak. Lalu menyiapkan bahan-bahannya. Dampingi anak-anak saat berkreasi. Kita bisa membuat lampu tidur warna-warni atau hiasan dinding untuk kamar ananda, serta banyak contoh kreasi lainnya.
Tempat lain dalam rumah juga bisa menjadi galeri seni kita dan ananda. Sediakan satu bidang dinding di rumah misalnya di halaman belakang untuk menjadi kanvas ananda. Sediakan cat tembok warna-warni dan bebaskan ananda untuk berkreasi mengecat tembok sesuai dengan imajinasi mereka. Selain makin mengasah kecerdasan seninya, berguna pula untuk mengolah motoriknya. Tapi tetap pilih cat yang aman untuk anak ya, terutama yang ramah lingkungan dan odorless.
4. Bioskop Rumahan.
Meskipun tersedia bioskop di kota kita namun bisa jadi saat liburan tidak tersedia film dengan klasifikasi usia anak-anak atau ternyata ananda adalah anak yang tidak suka dengan suasana bioskop yang gelap, dingin, berisik, dan pastinya sangat ramai saat liburan.
Ibu pembelajar bisa menyiapkan alternatif tempat tontonan di rumah yang pastinya lebih nyaman untuk buah hati kita. Jika tidak memiliki perangkat home theatre, kalau perlu, kita bisa sewa proyektor dan perangkat audio profesional agar suasana nonton lebih greget dan tidak kalah serunya dengan bioskop.
Pilih film-film ber-genre keluarga dan klasifikasi usia yang memang untuk anak-anak. Jangan lupa siapkan camilan super enak dan bergizi dan posisikan layar agar mata anak nyaman saat menonton. Ananda bisa berbaring di kasur dengan bantal-bantal empuk sambil berpelukan dengan anggota keluarga yang lain. Hangat, menyenangkan, dan penuh cinta pastinya.
Setelah nonton, ajak ananda diskusi tentang isi film. Bahkan kita bisa berkreasi untuk membuat plot baru dari film yang sudah ditonton dan berakting bersama anak mempraktekan adegan-adegan rekaan kita tersebut.
5. Kemah mini dan ceria bersama alam.
Untuk keluarga yang memiliki halaman luas yang bisa dipakai untuk mendirikan tenda, tentunya hal kegiatan ini lebih mudah untuk terwujud. Tapi bagaimana jika kita hanya tinggal di rumah dengan halaman terbatas atau bahkan tidak ada lahan sama sekali?
Tetap bisa kok mendirikan tenda di dalam rumah. Bisa pakai tenda mini untuk anak dan dengan dekorasi seolah-olah sedang berkemah sungguhan. Jika malam tiba, matikan seluruh lampu ruangan dan hanya mengandalkan penerangan dari senter atau lampu emergency (sangat tidak disarankan menggunakan lilin). Kita bisa tidur bersama ananda dalam tenda sambil mendongeng kisah petualangan alam yang bisa menambah imajinasi anak-anak.
Sedangkan untuk mengasah kecerdasan naturalis mereka, buat rencana proyek bertanam tanaman minimalis seperti bunga atau bumbu dapur. Sediakan bibit tanaman dan pot warna warni (ini juga bisa berupa hasil kreasi mengecat ananda). Ajari anak-anak kita mengenal jenis-jenis bibit dan buat proyek menanam bibit-bibit tersebut. Ini bisa jadi proyek jangka panjang lho bahkan sampai liburan usai. Coba deh nanti lihat kebahagiaan yang terpancar di wajah ananda saat melihat tanaman-tanaman yang mereka rawat mulai tumbuh dan berkembang, apalagi bisa sampai berbuah dan petik hasilnya. Wow!
6. Sehat jiwa raga dengan olahraga bersama keluarga.
Selama liburan, kegiatan fisik anak-anak kadang tidak sebanyak biasanya seperti saat mereka di sekolah. Untuk tetap menjaga fisik ananda, kita bikin yuk rancangan kegiatan olahraga yang menyenangkan. Tapi tentunya melibatkan seluruh anggota keluarga.
Bisa diawali dengan yang ringan seperti jogging keliling komplek rumah atau bersepeda. Tapi tidak ada salahnya juga mencoba senam irama bersama anak menggunakan video senam yang bisa didapatkan di YouTube. Pilih yang tidak terlalu berat buat anak ya.
Ingin lebih kreatif dan inovatif? Susun dan siapkan kompetisi fun games antar anggota keluarga dengan menggunakan barang-barang yang ada di rumah. Misalnya lomba adu main engklek di ubin teras rumah, lomba memindahkan biji kacang ijo menggunakan sendok atau sumpit sambil berlari, dan lain sebagainya. Inspirasi jenis-jenis fun games ringan ini bisa di-Googling, buanyaaaaak banget! Pilihlah yang aman untuk fisik anak dan mudah menyiapkan atau mendapatkan perlengkapannya.
Kegiatan ini bisa juga dilakukan di playground atau lapangan dekat rumah. Jika ada anak-anak tetangga yang tertarik untuk ikut, kenapa tidak saja untuk bergabung? The more the merrier!
Jangan lupa siapkan hadiah untuk para pemenang agar lebih meriah!
7. Cooking and baking then selling!
Mengisi liburan sambil mengasah life skill anak jamak sekali dilakukan. Nah ibu pembelajar bisa melibatkan anak untuk menyiapkan makan sehari-hari. Bisa dimulai dengan cara melibatkan mereka dalam penyusunan menu harian atau pekanan, mengajak mereka berbelanja bahan-bahannya, dan biarkan mereka untuk ikut berjibaku di dapur! Meskipun dapur lebih berantakan dan durasi masak jadi lebih lama, tapi bisa menjadi kenangan yang luar biasa buat anak. Apalagi jika dilakukan dengan diiringi canda tawa. Sehingga kegiatan memasak menjadi ceria dan tidak membosankan. Tetap perhatikan keselamatan ananda saat menggunakan pisau  dan kompor ya.
Alternatif lain agar anak-anak makin menyukai kegiatan masak ini, biasanya mereka lebih tertarik untuk memasak kue. Karena hasil akhirnya berupa kue-kue yang memanjakan lidah mereka. Bagaimana jika ibu pembelajar bukan tipe ibu yang suka memasak kue, nah justru ini saatnya belajar menyenangkan bersama ananda. Jikapun terkendala dengan alat-alat yang tidak tersedia, bisa juga diakali dengan membeli kue bolu, donat atau cupcake polos. Kita tinggal membeli perlengkapan menghias kue.
Biarkan anak berkreasi menghias kue sesuai imajinasi mereka. Sebagai nilai tambah, kue dengan rasa dan penampilan terbaik bisa juga dijual ke anggota keluarga lain seperti ayah, kakek, nenek, om, tante, sepupu bahkan tetangga! Ananda pasti merasa lebih bahagia ketika karya mereka diapresiasi sekaligus mereka bisa belajar jual beli sederhana. Uang hasil penjualan dapat ditabung dan menjadi hak ananda, pasti deh mereka ketagihan untuk memproduksi kue dan berjualan lagi hihihi.
.
.
.
.
.
.
.
Itulah 7 alternatif kegiatan saat liburan yang bisa dilakukan bersama ananda jika tidak bisa bepergian jauh.
Ingatlah untuk selalu diskusikan dan rencanakan bersama kegiatan liburan di rumah bersama anggota keluarga lainnya. Bisa jadi ide anak-anak lebih kreatif dan memberi input serta perspektif baru untuk ibu pembelajar saat mempersiapkan kegiatan-kegiatan tersebut.
Jangan lupa untuk dilakukan dengan bahagia. Anak-anak bisa lebih berbahagia mengenang liburan mereka ketika ibu pembelajar menemani mereka dengan bahagia pula. Getaran positif ini akan menular dan menumbuhkan semangat anak-anak. Jangan kecewakan mereka dengan kegiatan yang justru membosankan karena kita setengah hati menyiapkannya.
Berlibur itu tidak hanya identik dengan berpesiar, tapi tentang bagaimana kita mengelola waktu libur tersebut agar menjadi waktu berkualitas untuk mengisi tangki cinta dan memenuhi memori masa kanak-kanak ananda sekaligus mengasah life skill mereka.
Untuk mencapai semua itu dimulai dari kita yuk ibu pembelajar, jangan lupa berbahagia dan mempersiapkan segalanya dengan penuh cinta untuk ananda dan anggota keluarga lainnya. Selamat mencoba!
.
.
.
Inspirator: kegiatan liburan keluarga Fajarsyah oleh Ibun Meiftia, Lyla, Ican, dan Ayah.

Senin, 28 Oktober 2019

Tips Mengenalkan Cerdas Financial Pada Anak

Cerdas Financial pada Anak
Oleh : Risdawati
Member Ibu Profesional Banten



Pic by google

Memperkenalkan tentang pengelolaan keuangan pada anak sangatlah penting, karena kebiasaan dan perilaku pada orang dewasa terbentuk sejak kanak-kanak, terkadang tanpa disadari orang tua memiliki andil dalam membentuk pribadi anak dengan dalih kasih sayang, sehingga anak tidak bisa mengelola keuangan dengan baik.

Kapan anak dikenalkan dengan uang?
Ketika anak sudah memiliki keinginan tentang sesuatu hal yang membutuhkan alat tukar berupa uang, yaitu sekitar usia 2-3 tahun.

Apa yang harus di kenalkan:
1. Untuk memiliki apa yang kita mau perlu pertukaran dan alat tukarnya berupa uang.
Contohnya: memperkenalkan uang logam dan kertas, ikut serta saat berbelanja kebutuhan masak (sayur mayur) di pasar.
2. Untuk mendapatkan uang kita butuh usaha salah satu usaha untuk mendapatkan uang adalah bekerja di kantor seperti ayah, berjualan, dokter, polisi dan lainnya.
3. Ketika kita ingin sesuatu maka perlu perjuangan untuk mendapatkannya, caranya dengan menyimpan uang kita untuk tabungan.
4. Menahan keinginan yang kita mau, karena bisa jadi yang kita mau itu tidak kita kita butuhkan.
Contohnya: membiasakan makan di rumah dan jika bepergian jauh selalu membawa bekal dari rumah, karena makan di restoran itu keinginan dan kebutuhan itu makanan dari rumah yang dimasak dengan doa dan kasih sayang seorang ibu.
Ketika usia berapa anak diperkenalkan dengan perbankan.Tergantung kebutuhan anak dan orang tuanya, kebetulan saya setiap bulan menabung di bank dan selalu mengikutsertakan anak-anak.

Dan saat usia kakak 8 tahun, di salah satu bank pemerintah ada promosi kartu ATM anak yang bertuliskan nama anak sendiri, melihat hal itu kakak langsung minta dibuatkan buku tabungan, dan secara otomatis adiknya yang usia 6 tahun ikutan juga pengenemiliki buku tabungan dan kebetulan adik sudah bisa baca dan menulis, akhirnya mulailah mereka mengisi kertas setoran dan mengantri di teller waktu itu tepat pada tanggal 27 Desember 2011. Buku tabungan pertama dimiliki anak-anak.

Darimana sumber dana anak untuk menabung di bank, selain dari sisa uang saku?

1. Kakak hobi makan, setiap yang diliat pasti mau dan alhamdulillah ada aktivitas jual beli warung di rumah, biasanya kakak akan menjual mainan anak-anak yang kami beli dari toko grosir mainan atau jajanan anak-anak (puding, spageti) kebetulan kakak suka dengan kuliner jadi setiap kakak minta jajanan di luar maka saya kan bikin di rumah sekalian mengajak kakak untuk mendapatkan uang, biasanya kakak dan adik akan pamer kalau kami jualan jajanan sehat  dari keuntungan itu kakak memiliki uang untuk tabungan. Kebetulan kami membuka warung di rumah untuk melatih anak-anak berinteraksi sosial dengan tetangga, tentang bagaimana adab berkomunikasi dengan anak lebih kecil, seumuran, atau orang tua. Sekarang kakak mendapat tambahan baru uang tabungan dari mengajar anak SD belajar iqro dan tahfidz juz 30 di tempat bimbel ibu dan saat ini ada tambahan dana mengajarkan teman sekolahnya SMA nya bermain musik gitar, serta membantu temannya yang butuh gitar kakak yang akan merekomendasikan jenis gitar dan mengambil keuntungan dari penjualan gitar tersebut.

2. Adek suka menggambar dan mewarnai sejak usia 3 tahun, dan ini terus sampai akhirnya ayah memprint gambar hasil download untuk ade warnai, ternyata beberapa teman SD dan rumah banyak yang mau, akhirnya ade menggandakan gambar hasil print ayah dengan harga Rp1000/3pcs gambar, jika gambar sudah diwarnai maka harganya menjadi Rp 2000/pc. Itu terus berlanjut sampai sekarang ade SMP selalu ada aja pesanan untuk gambar atau gambar plus mewarnainya. Dan baru beberapa hari lalu adek jadi team pemasaran tas jinjing dan kaos jualan temannya, alhamdulillah sudah bisa memiliki tas, kaos kaki dan uang dari hasil memasarkan produk teman melalui medsos, tanpa harus modal stok barang dan uang. Selain itu adek juga membantu ibu mengajar anak - anak TK dan SD, kebetulan ibu membuka bimbel di rumah jadi setiap bulan menerima uang kompensasi dari ibu.

3. Diberikan uang tambahan dari kami, jika dengan sukarela membantu pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci piring, bahkam menyetrika pakaian anggota keluarga yang lain.Tujuannya adalah untuk menumbuhkan empati dan menghargai sebuah kerja keras dan usaha.

Bagaimana cara mengajarkan pengelolaan uang pada anak?
Mulailah dengan memberikan uang saku harian anak, jangan lupa biasakan sarapan dan membawa bekal anak saat sekolah, supaya anak lebih bijak dalam menentukan mana keinginan dan kebutuhan. Bila sudah bisa menggunakan dengan bijak, mulai memberikan uang saku mingguan untuk meningkatkan tanggung jawab anak dalam mengelola keuangannya.

Alhamdulillah anak-anak diberikan uang saku mingguan atas dasar permintaan anak-anak, saat ini kakak kelas 10 dan ade kelas 8, alasannya karena khawatir belum bisa menahan keinginan. Dan tetap melakukan sarapan pagi dan membawa bekal makan siang buat di sekolah, ibu yang menyiapkannya di pagi hari.

Ada cerita yang bikin kami terharu dan bangga pada anak-anak, pada saat kami bertanya pada anak-anak. Kira - Kira saat liburan semester nanti mau liburan kemana? 

Saya sebagai ibu spontan mengusulkan ke jogja dan ayah mengusulkan Singapura untuk mengenalkan cara pembuatan paspor dan visa pada anak-anak, namun anak-anak menjawab kenapa harus ke jogja dan Singapura, emangnya ada dalam rukun islam kita. Bukannya rukun islam itu merupakan dasar dalam menjalankan hidup. Kenapa nggak ke baitullah saja tujuan liburan kita, yaitu liburan untuk ibadah. Sama juga ada perizinan membuat paspor dan visa kan? Tanya kakak pada kami. Teguran itu benar-benar sampai ke hati kami, anak-anak sudah bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan. Ibadah adalah kebutuhan kita yaitu Baitullah dan jalan-jalan merupakan keinginan.

Terima kasih anak-anakku telah mengingatkan kami saat khilaf, semoga selalu menjadi anak sholeh dan sholehah.

Jumat, 25 Oktober 2019

Metode Pengelolaan Anggaran Keuangan Keluarga


Oleh : Annisa HD

google.com


Braak...!
Suara menutup pintu setengah dibanting. Dini tertegun. Mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya.

Ia bergegas lari ke kamar menangis secara diam diam. Tak kuasa ia berlama-lama lama tuk menunggu keberangkatan suaminya bekerja. Untung putrinya sedang berangkat sekolah jadi tak melihat adegan tadi .

Masih segar dalam ingatannya tadi ketika suaminya berkata, "Masa uangnya sudah habis? Dikemanakan  uangnya? Belanja apa saja sih kamu?"

Mungkin adegan tadi banyak yang mengalaminya walaupun berbeda posisi dan tak semirip cerita di atas. Intinya berhubungan dengan Pengelolaan Keuangan Dalam Keluarga.

Sebelum berbicara mengenai Pengelolaan Anggaran Rumah Tangga tentunya yang perlu disepakati bersama adalah tujuan membuat anggaran. Mungkin ada beberapa dari kita yang sudah pernah mengalami hal serupa yang seperti Bu Dini alami.  Nah, tidak mungkin permasalahan rumah tangga yang sensitif perihal keuangan, kita biarkan berlarut-larut.

Untuk itulah, kita harus terlebih dahulu mengetahui akar permasalan khususnya perihal pengelolaan finansial keluarga kita. Anggaran tiap keluarga pasti berbeda-beda tergantung pada visi, misi dan prioritas dari masing-masing keluarga dan tak kalah penting pastikan uang / pendapatan yang masuk halal.

Pengelolaan keuangan dalam rumah tangga sangat penting untuk operasional rumah tangga. 

" Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap ( memasuki) masjid.Makan dan minumlah & janganlah berlebihan.Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang - orang yang berlebihan." (Q.S.Al- A'raf: 31).

Agar tidak termasuk definisi orang yang berlebih-lebihan, jadi salah satu dari sekian alasan pentingnya Pengelolaan keuangan.


Hal - hal yang harus diperhatikan dalam pengelolaan keuangan yaitu:

1. Mencatat penghasilan/ pendapatan

Setiap penghasilan harus dicatat untuk memudahkan pengaturan keuangan. yang termasuk penghasilan / pendapatan ini bisa dari gaji pokok, hasil bisnis sampingan, tunjangan, Bonus,dll.

2. Membuat rencana pengeluaran bulanan

3. Membuat rencana pengeluaran tahunan

Setelah itu baru kita pilih rumus/ teknik mana yang lebih cocok dengan keluarga masing-masing.

Berikut adalah 5 Rumus /Teknik atur keuangan

1. Metode 50/30/20

50% 👉 pengeluaran tetap bulanan
(seperti: infak, sedekah/zakat, makan, listrik,iuran sampah, SPP sekolah anak, tempat tinggal,    transportasi, dll).

30% = Sesuatu yang penting tapi tak mendesak / tak terlalu penting
( Beli pakaian, jalan-jalan , internet,perlengkapan rumah tangga).

20% = Masa Depan
( Menabung, biaya tak terduga, hadiah,dll).

2. Metode simpel
Caranya : Bagi 2 pendapatannya, yaitu untuk pengeluaran permanen/ tetap dan kebutuhan lain.

3. Metode Anggaran Dasar
Hampir sama dengan cara metode ke 2, hanya di sini sudah ditulis lebih rinci dibanding di cara ke 2.

4. Metode 40:30:20:10
Dengan metode ini , pendapatan dibagi:
40% 👉 Untuk biaya hidup dan pengeluaran rutin.
30%👉Untuk bayar cicilan dan tabungan dana darurat.
20%👉 Untuk dana sosial, sedekah, infak,zakat.
10% 👉Untuk investasi.

5. Metode 1-1-1
Metode ini dilatar belakangi oleh sebuah kisah seorang sahabat Nabi yang datang kepada  Nabi Muhammad SAW terkait finansialnya. Dan nasihat itu pula yang diikuti oleh Salman Al Farisi. Ceritanya, ketika ia mendapat penghasilan 3 dirham, ia membaginya menjadi 3. 1 dirham untuk keperluan keluarga/ kebutuhan sehari-hari , 1 dirham disedekahkan, 1 dirham sebagai modalnya untuk usaha kembali.

Apa yang dilakukan Salman Alfarisi sungguh luar biasa. Ia bersedekah senilai apa yang menjadi keperluan konsumtif keluarganya.

Namun kembali lagi, silakan pilih metode/ teknik yang dirasa paling tepat , tentunya setelah dimusyawarahkan bersama dengan pasangan. Atau mungkin pakai metode yang lainnya? Silakan saja.

Sekian dari kami. Semoga info hari ini bermanfaat untuk kita semua.

Terimakasih
Wassalamu'alaikum.Wr.Wb

Sabtu, 30 Maret 2019

Menjadi Musuh atau Perhiasan?



     Banyak sekali orang tua yang merasa bangga kepada apa yang dimilikinya, termasuk salah satunya adalah keluarga, katanya. Betul tidak teman-teman? (baca dengan gaya aa Gym, hehe ...)

     Allah Subhanahu Wa Ta'ala pun menyatakan dalam sebuah ayat Al-Qur'an bahwa anak merupakan perhiasan (Silakan lihat Q.S Al-Imran:14). Perhiasan tentu saja berharga. Untuk itulah, seringkali kita melihat banyak orang tua yang selalu membanggakan anak-anaknya. Pasti tidak akan ada orang tua yang merasa iri dengan prestasi si anak. Betul, 'kan?

     Misalnya, apa ada seorang ibu yang mengadu ketika selepas shalat, "Aduh, kenapa anak saya lebih cantik dari saya ya Allah? Saya jadi merasa iri ... kenapa bukan saya yang cantik?" hehe ... pasti jawabannya tidak akan ada orang tua yang merasa iri atau dikalahkan oleh anak-anaknya. Karena tadi, Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah memberikan fitrah kepada seorang anak, agar mereka menjadi sosok yang berharga.

Namun, aneh sekali ya jika ada anak yang berani menghardik orangtuanya. Apalagi sampai melawan bahkan tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang anak.

     Apakah anak tersebut masih dalam status "perhiasan" bagi kedua orang tuanya? Jangankan menjadi perhiasan, justru anak tersebut bisa menjadi duri dalam kehidupan sang orang tua. Selalu menyusahkan dan lebih memilih jalan yang salah. Astaghfirullaaahal 'adziiim .... Na'udzubillahi mindzalik. Semoga kita dijauhkan dari anak-anak model seperti ini yan bun ....

     Tidak dipungkiri, akan ada banyak model anak yang menyimpang. Apalagi di zaman now yang sudah bergeser tentang adab dan tata krama seorang anak kepada orang tua. Tetapi, jika kita tengok sejarah nabi, sudah sejak dahulu kala Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan contoh model anak seperti ini, Kan'an salah satunya. Anak dari seorang nabi, yang tidak ingin mengikuti keshalihan sang ayah. Kan'an berjalan menyimpang dengan mengabaikan pesan kenabian.

Terus, kenapa seorang anak bisa menjadi musuh bagi kedua orangtuanya ya? (hayooo ... menurut kalian apa ya alasan Allah Subhanahu wa ta'ala, menjadikan model anak seperti itu? Tulis di kolom komentar ya ....)

Next ....

Scrool ke bawah yuuk!

Pertama. Bisa jadi hal ini sebagai ujian bagi kedua orang tuanya.

Anak yang menyimpang, bukan hanya karena cara didikan orang tua yang salah. Mungkin aja 'kan, kalau Allah yang menghendaki. Allah Subhanahu wa ta'ala hanya ingin melihat atau menguji, apakah kedua orangtuanya mampu mempertahankan cinta kepada-Nya? Atau memilih mengikuti anaknya yang salah? Karena saking sayangnya kedua orang tua kepada buah hati tercinta.

Kedua. Karena kesalahan Orang tua.

Proses yang salah, biasanya akan berdampak pada hasil yang gagal. Kemungkinan besar, fitrah anak akan cedera. Misalnya, ketika orang tua mendidik anak dengan cara kekerasan, bisa jadi akan memperburuk psikologi si anak. Dengan kata lain, akan tertanam dan tumbuh "innerchild" dalam dirinya.

     Salah satu dampak jika orang tua tidak mau menuntut ilmu dalam pengasuhan dan pendidikan anak, biasanya akan cenderung asal-asalan dalam mendidik mereka. Hanya sekedar "asal" anak senang, "asal" anak belajar, "asal" anak kerja, dan asal-asal lainnya.

Kedua alasan tersebut menjadi penentu, apakah anak akan menjadi perhiasan atau musuh bagi orangtuanya.

     Kemudian hal yang paling penting, selalu libatkan Allah dalam pengasuhan dan pendidikan kita. Karena Allah-lah yang mampu membolak-balikan hati anak-anak kita.

Pun ketika anak mulai memperlihatkan kelakuan yang menyimpang,  ingatlah kembali bagaimana kualitas hubungan kita orang tuanya dengan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Saat kita dekat dengan Allah,  kita sebagai orang tua akan cenderung lebih sabar dan mampu meluruskan perlakuan yang kurang baik dengan tenang dan bisa meminimalisir luka yg timbul akibat pelurusan perilaku. Pun sebaliknya, jika kita cenderung kurang sabar ketika kita jauh dari Allah.

Nah, bagaimana dengan kita yang sudah menjadi orang tua, bagaimana cara kita memaksimalkan diri untuk mendidik buah hati? Yuk, berbagi di kolom komentar. 😍


Author : Admin Blog

Ending  : PJ Parenting

Sumber : Generasi Rabbani, Ustadz Oemar Mita

Kamis, 21 Maret 2019

6 Manfaat Playdate Bagi Bunda dan Buah Hati Tercinta


Pembahasan tema kali ini berkaitan dengan playdate bunda bersama buah hati tercinta. Sekilas hanya sebatas playdate kecil-kecilan untuk membersamai ananda. Dengan harga yang terjangkau dan jarak yang mudah di tempuh, dapat dipastikan akan meningkatkan antusiasme para bunda yang kegirangan dengan adanya playdate ini. Eh ... apalagi ada diskonan ya, ssttt ... akan mampu mengundang banyak  peserta lhoo, Bun.

Apa itu Playdate?


Playdate adalah acara bermain bersama yang dihadiri oleh dua anak atau lebih. Istilah ini pertama kali dikenal dalam masyarakat di Amerika Serikat. Acara bermain bersama ini sudah diatur terlebih dahulu oleh orangtua anak-anak yang ikut. Anak-anak yang ikut akan belajar untuk berbaur dan berinteraksi bersama.

Hanya dalam waktu beberapa hari, Ibu PJ Kiki atau seringkali disapa teh Kikip ini sudah mematangkan rencana playdate kita. Berawal dari kesepakatan untuk membuat rangkaian acara sederhana bersama member Ibu Profesional Banten, hingga berjalannya acara dengan lancar. Hal ini justru menjadikan moment yang mampu mempererat hubungan bunda dan buah hati tercinta.

Next, apa sih manfaat dari playdate yang kita adakan?

Kita simak point-point penting di bawah ini, yuk!



Pertama, menjadikan bunda dan anak ceria.

Percaya nggak Bun? ketika kita bertemu dengan orang banyak, maka secara alami kita pun pasti akan menampilkan keceriaan yang tidak di sengaja. Misalnya, jika kita berkumpul dengan orang lain, mau tidak mau kita harus seramah mungkin dong ya. Nah, begitu juga dengan anak-anak, kegiatan yang membuat anak tertarik tentu akan membuat hatinya pun senang, sehingga akan nampak pada keceriaan dari wajah ananda.

Kedua, ajang sosialisasi. 

Nah, point yang ini sangat dianjurkan oleh para ahli. Terutama keterikatan hablumminannas, hubungan antar manusia. Alangkah baiknya, sejak dini sudah kita ajarkan anak-anak bersosialisasi, walaupun ada sebagian anak yang dirasakan memiliki waktu adaptasi lebih lama. Biarkanlah ananda berproses menemukan cara alamiahnya. Tugas kita sebagai orangtua mengarahkan sebagaimana seharusnya. Tapi ingat ya Bun, tidak perlu ada paksaan dalam melakoninya.



Ketiga, menambah ilmu dan pengalaman.

Point ini pun nggak kalah pentingnya ya. Kegiatan playdate tentu saja menjadi daya tarik tersendiri bagi para orang tua saat ini. Ilmu yang di keruk dari luar rumah serta pengalaman yang bisa anak-anak petik ketika di luar, tentu saja akan menjadi 'sesuatu' berharga di mata ananda. Dapat dilihat dari cara ananda bercerita, juga mata berbinar kala ia menikmatinya.



Keempat, rileks pikiran.

Nah, kayaknya ini sih pas banget untuk bundanya. Playdate di luar rumah, bakalan kerasa deh untuk melupakan sejenak pekerjaan domestik yang menggunung. Atau bisa jadi melepaskan lelah karena dari dini hari sudah membereskan perabot rumah tangga. Ya kan, Bun? Haayyooo ngaku ....



Kelima, ananda terlepas dari kemarahan.

Point kelima ini, jlebb banget! Cuuung siapa yang masih kelepasan kontrol emosi? Apalagi kalau melihat rumah berserakan mainan di mana-mana. Nah ..., lagi-lagi bunda bisa marah-marah tanpa titik koma. Ups....
Ketika playdate, nggak mungkin dong ya bunda marah-marah di tempat umum, malu 'kan? Hihihi ... sebenarnya moment ketika ada kegiatan di luar memberikan kenyamanan tersendiri bagi ananda. Tentu saja, karena terlepas dari amarah bunda.



Nah, kelima point di atas, bisa juga lho kita rasakan manfaatnya dari dalam rumah. Nggak cuma dalam playdate di luar aja. Semuanya tidak terlepas dari kesungguhan kita untuk membersamai buah hati tercinta.

Oiya, ada tambahan keenam. Manfaat ini disampaikan oleh salah satu PJ Parenting IPBanten lho. Yuk, kita intip, apa sih manfaat playdate menurut Ibu Tyas Kharismawati?

Kalau berdasarkan kacamata saya setelah melakukan beberapa kali playdate yaitu :

Kegiatan ini mampu meningkatkan kecintaan anak akan pembelajaran yang dilakukan selama playdate. Hal ini cenderung memdekatkan buah hati kepada implementasi pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.  Misalnya, ketika memasak, mereka akan mengetahui kenapa mereka belajar matematika, tentu saja menimbang bahan diperlukan saat membuat adonan. Mereka pun akan dihadapkan dengan simbol angka yg mereka pelajari dalam pelajaran matematika.

Sekarang ... yuk kita simak! apa sih kata mereka (emak-emak kece) tentang playdate:

Amalia
"Seru. Anak2 jadi kenal teman2 baru."

Eneng Murni
"Kesan: Alhamdulillah Bahagia.
Manfaat: menambah teman baru, pengalaman baru, melewati QT dengan ayah dan ibunya dengan kenangan.
Buat ibu jadi lebih mengenal anggota group komunitas IIP Cilegon yang selama ini hanya bertatap lewat tulisan."

Lia Amaliah
"Seru,  anak-anak antusias sekali, ketika membuat makanan nya..."

Niya
"Kegiatannya sangat menarik, selain anak anak belajar menyusun burger, Anak anak juga dapat bersilaturahmi."

Neneng Huliyatu
"Menjalin silaturahmi dan lebih akrab dengan sesama keluarga IPBanten."

Retno Nurfalupi
"Alhamdulillah anak2 happy banget. Baru pertama ikut kegiatan playdate  seperti ini."

Risnayati
"Anak-anak suka dengan playdate karena menambah pengalaman sosial dan pengetahuan tentunya."

Himma N.A
"Kakak seneng banget happy dan enjoy ngikutin semua kegiatannya. Alhamdulillah kakak jadi punya pengalaman ikut pelatihan bikin burger dan ice cream di tempat yang sebenernya selain dirumah."

Astri Aprilia
"Memberi pengalaman baru yang menyenangkan."

Anikk Trisnawati
"Anak2 happy krn nambah wawasan dan teman."

Next, yuk kita temukan sensasi playdate dalam keakraban sehari-hari bersama ananda.



Selamat membersamai buah hati tercinta .... 😇😇


Author : Tim admin blog
Sumber photo: Amalia Salsabila dan Lia Amalia
Sumber Bacaan : https://www.orami.co.id/magazine/apa-itu-playdate

Minggu, 17 Februari 2019

Seminar Elly Risman di Cilegon

Bismillahirrohmanirrohim ....

Assalamu'alaikum ...

Ibu pembelajar semangat senin, apa agenda keluargamu kemarin? Kalau agenda saya dan suami menghadiri seminar untuk belajar menjadi orang tua di weekend kemarin.






Sabtu 16 Februari 2019 bertempat di The Royal Krakatau Hotel digelar sebuah Seminar Parenting yang di adakan oleh Persatuan Orang tua Murid dan Guru salah satu sekolah di Cilegon, ini merupakan seminar yang ditunggu sepanjang tahun kemarin, karena di isi oleh ibu Elly Risman, Psi seorang pakar psikologi keluarga yang worthit banget.

Mengusung tema “7 Pilar Pengasuhan” kami disuguhkan ilmu yang bikin campur aduk perasaan, sedih dan haru saat membahas inner child, gelak tawa serta kelucuan saat ice breaking yang di buat dan serius saat membahas materi juga pemaparan data lapangan yang mencengangkan.
 
Dibuka dengan pemaparan hasil survei tentang pemberian gadget pada anak yang hasilnya membuat pemateri geram, bahwa lebih dari 80% pengisi survei (orang tua di Cilegon) sudah memberikan HP pada anaknya saat anak berusia 2-6 tahun dengan alasan untuk pembelajaran juga agar si anak anteng. “Bencana terbesar yang dihadapi oleh orang tua adalah, bahwa kita tidak sadar bahwa bencana itu sedang terjadi” memberikan HP pada anak yang sel otaknya belum bersambungan, kemungkinan terpapar konten pornografi dan kaitannya dengan LGBT dan penyimpangan sosial lainnya. Astagfirullahhaladzim.


Membahas pilar pertama tentang kesiapan menjadi orang tua, dan diminta menyelesaikan inner child yang mempengaruhi seluruh peran dan cara kita mendidik anak. Basah mata ini mengingat anak dan orang tua, rasa bersalah pun muncul, saya dan suami saling bersikut-sikut membahas siapa yang ini siapa yang itu saling mengevaluasi diri.

Pilar kedua tentang pentingnya pengasuhan berdua, dan masuknya peran ayah dalam pendidikan anak. Harus adanya kesepakatan untuk pengasuhan berdua, pembagian tugas dan menentukan sejauh mana ayah ikut terlibat. Bersyukur sekali bahwa suami saya mau ikut terlibat, walaupun agak dipaksa dia akhirnya mau menemani dan mengikuti acara dengan sukarela, semoga begitu juga dengan pengasuhan dirumah sekarang dan seterusnya.


Mendapat tugas di penghujung seminar untuk membuat daftar pengajaran yang harus dibuat di rumah, kegiatan apa yang harus disampaikan pada anak, siapa yang akan menyampaikan juga, dan tenggat waktu kapan harus dieksekusi. Misal penjelasan mengenai persiapan baligh yang disampaikan papa atau murobbi, batas waktunya di usia 9 untuk Syams.


Banyaknya materi yang disampaikan dengan waktu yang kurang, membuat pembahasan menjadi terlalu cepat diakhir, gemes sih jadi ingin ikutan seminar yang kupas tuntas dan pelatihan lanjutan.  Semoga kedepannya banyak diadakan seminar dan pelatihan menjadi orang tua di Cilegon kota kita tercinta ini.

NB: Maafkan sedikit dokumentasi, dikarenakan kami dilarang menngambil gambar dan rekaman saat acara belangsung.