Assalamualaikum bunda sekalian di tengah perjalan saya menuju RS untuk anter suami, izin setor MM ya.. mohon maaf kalau agak panjang dan malah jadi curcol, semoga ada pelajaran yang dapat di ambil.
Perkenalkan, panggil saja Amel. Kelahiran Bandung 27 tahun yg lalu. Menikah 1 tahun yang lalu dengan seorang lelaki asal surabaya, seorang yang tegar, penyayang dan berhati lembut bernama Trisna M. Yudha. Dan alhamdulillah sekarang sedang menanti kelahiran sang buah hati (sudah masuk 36 weeks, mohon doanya bunda sekalian).
Sekilas flash back ke kehidupan sejak kecil, saya dididik oleh seorang ayah asli Makasar dan seorang ibu rumah tangga yang berasal dari Bandung. Dalam kesederhanaan alhamdulillah dididik dalam keluarga yang bisa dibilang cukup bahagia. Ditengah keterbatasan seorang ayah yang hanya seorang pegawai swasta yang mementingkan pendidikan dan alhamdulillah ditengah lika liku dan problematika kehidupan, dapat menyekolahkan ketiga putrinya hingga menjadi sarjana.
Saya merasa hidup saya saat itu "too good too be true" benar-benar Allah memberikan banyak Nikmat dan berkahNya. Ditengah keluarga yang utuh dan bahagia, sekolah yang layak, teman-teman yang baik. Saya pun sempat diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan tinggal selama 1 tahun di Negri Paman Sam dengan beasiswa penuh saat program pertukaran pelajar d MA (kalau ada bunda yang kepo tentang programnya boleh japri saya ya, setau saya programnya rutin untuk anak -anak SMA ke berbagai negara). Tidak hanya itu, lulus MA Allah berikan berkah lain, saya tidak perlu membayar biaya kuliah saya hingga sarjana di salah satu PTS di Jakarta selatan yang saat itu rektornya masih pak anies baswedan. Dan saya sangat menikmati kehidupan mahasiswi saya saat itu sambil mengikuti beberapa kegiatan volunteer, belajar bahasa isyarat dengan teman-teman tuli (yang berhubungan dengan skripsi saya saat itu), dan berbagai UKM seni di kampus, meskipun harus pulang hingga larut malam.
Setelah lulus, saya sempat bekerja sebagai playschool teacher di salah satu sekolah yang cukup menyenangkan bagi saya di Bandung, tapi belum sampai 2 tahun sudah ada pangeran yang datang melamar dan akhirnya memutuskan untuk menikah dan ikut suami ke tempat kerjanya di cilegon.
Awal menikah di Cilegon, saya diajak untuk bergabung dengan sebuah playschool yang menginduk pada sekolah dimana saya bekerja dulu di Bandung. Alhamdulillah, saya senang sekali. Walaupun saya masih belajar dan ternyata tidak mudah menjadi seorang playschool teacher tapi bagi saya itu menyenangkan.
Alhamdulillah, tidak hentinya Allah memberikan kebahagiaan kepada kami, baru 1 bulan menikah saya positif hamil. nimat-Nya yang manakah yang kan kau dustakan? Rasanya saya orang yang paling bahagia di dunia ini.
Dan.. perjuangan kehidupan yang sebenarnya pun baru terasa, dimulai dari sini..
Dua minggu kemudian tiba2 roda kehidupan berputar begitu cepat. Sepulang bekerja, saya mengalami pendarahan dan dibawa ke UGD. Singkat cerita saya keguguran. Ditengah suami pun baru mulai konsumsi obat karena hipertensi. Setelah itu, suami meminta saya untuk di rumah saja dan tidak terlalu capek. Singkat cerita saya pun mengundurkan diri dari pekerjaan saya. Sempat stress, merasa tidak berguna, sulit beradaptasi dengan ibu-ibu komplek, coba cari kegiatan di rumah sambil jualan, tapi belum menemukan "klik" nya.
Hanya berselang beberapa minggu saja, tiba-tiba suami merasa di lutut kiri sendi kakinya sakit untuk digerakkan dan sulit berjalan. Ketika di check lab ke dokter asam urat suami tinggi sekali saat itu, dokter pun menemukan kejanggalan lain pada hasilnya. Setelah di usg, dan melalui proses pemeriksaan lain, dokterpun memberikan rujukan langsung ke prof. specialis ginjal dan hipertensi. Dan dinyatakan gagal ginjal kronis stad. 4. Lalu dijelaskan beberapa kemungkinan terburuk yang akan berlangsung kedepannya seperti apa dengan penyakit tersebut. ðŸ˜
Keluar dari ruang konsultasi kami tidak banyak berbicara. Masing-masing masih sibuk dengan kegundahan yang sama. Kami langsung menuju masjid untuk shalat, untuk mengadu atas kegundahan yang dirasakan. Dan memohon ampun atas segala khilaf. Kami baru saja menerima surat cinta dari Mu ya Allah. Ternyata Kau Rindu.
Mas cukup tegar menerima surat cinta dari Allah ini. Justru mas yang selalu menguatkan saya, dan berkata bahwa Allah rindu, kita yang perlu instropeksi diri selama ini karena terlalu terlena dengan segala kebahagiaan yang Allah berikan sehingga kita jd sering lupa.
Pada titik ini, saya baru mengerti arti dari “menikah itu ibadah” yang sesungguhnya.
Karena ternyata bukan hanya kami saja yang diuji, setiap pernikahan memiliki ceritanya masing-masing. Entah itu diuji lewat anaknya, hubungan keluarga besarnya, masalah ekonomi, masalah kesetiaan, dan berbagai masalah lainnya. Setiap pernikahan pasti memiliki ujiannya masing-masing, apapun itu.
Saya tidak berhak untuk bilang bahwa ujianku yang paling berat daripada ujian yang terjadi pada keluarga yang lain. Jika bertukar peran, belum tentu saya mampu menghadapi ujian yang sedang diperjuangkan oleh orang lain. Karena sejatinya Allah menguji hambaNya sesuai dengan kemampuan hambaNya. Kita tidak bisa membanding- bandingkan ujian yang kita hadapi dengan yang orang lain hadapi. Yang terpenting adalah bagaimana proses kita melewati ujianNya hingga dapat naik kelas dengan “nilai” yang bagus dengan cara yang mulia.
Dibalik segala yang kami hadapi, alhamdulillah ternyata banyak hal juga yang patut kami syukuri dan tidak ada alasan untuk tidak berbahagia. Karena jika disadari baik kesulitan maupun kemudahan keduanya adalah Nikmat. Jadikanlah keduanya sebagai tiket kita menuju syurgaNya, dengan syukur dan sabar. Tetap yakin Kuasa Allah tidak ada yang tidak mungkin. Kuncinya ikhtiar semaksimalnya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Jika Allah berkehendak untuk sembuh, Kunfayakun..
Sekitar satu minggu yg lalu, suami sudah diminta dokter untuk ketahap selanjutnya yaitu cuci darah karena dikhawatrkan akan berakibat fatal jika tidak segera ambil tindakan. Mental kami sempat drop lagi menghadapi kenyataan ini. Saat ini sedang cukup riweuh, wara wiri ke RS., ikuti pengobatan, berusaha urus BPJS karena butuh biaya yg ternyata tidak sedikit kedepannya, sambil tanya-tanya tentang opsi penanganan lainnya, apapun itu kami berusaha untuk ikhtiarkan dan berserah ditengah kehamilan yang semakin membesar pula. Mohon doanya Bunda semua, dan semoga bunda-bunda dan keluarga juga selalu diberikan kesehatan dan kekuatan dalam menghadapi apapun kesulitan yang sedang dihadapi. Semangat! 💪😊
Saya akhiri dengan kutipan tulisan yang mohon maaf sumber aslinya saya belum ketahui tapi cukup jadi penyemangat untuk saya saat sedih:
Seorang pemuda yang sedang dirundung kesedihan datang menemui Sayidina Ali bin Abi Tholib, ia pun berkata:
Pemuda : “Wahai Amirul Mukminin, aku datang kepadamu karena aku sudah tidak mampu lagi menahan beban kesedihanku.”
Sayidina Ali: “Aku akan bertanya dua pertanyaan dan jawablah! Apakah engkau datang kedunia ini bersama masalah-masalah ini?”
Pemuda : “tentu tidak”
Sayidina Ali: “lalu apakah kamu akan meninggalkan dunia dengan membawa masalah-masalah ini?”
Pemuda : “Tidak juga”
Sayidina Ali:
“Lalu mengapa kau harus bersedih atas apa yang tidak kau bawa saat datang dan tidak mengikutimu saat kau pergi?”
“Seharusnya hal ini tidak membuatmu bersedih seperti ini. Bersabarlah atas urusan dunia. Jadikanlah pandanganmu ke langit lebih panjang dari pandanganmu ke bumi, dan kau pun akan mendapat apa yang kau inginkan. Tersenyumlah karena rezekimu telah dibagi dan hidupmu telah diatur. Urusan dunia tidak layak untuk membuatmu bersedih semacam ini. Karena semuanya ada di tangan Yang Maha Hidup dan Maha Mengatur”
Kemudian Sayidina Ali meneruskan ungkapannya
“Seorang mukmin hidup dalam dua hal, yaitu kesulitan dan kemudahan. Keduanya adalah nikmat jika ia sadari.
Dibalik kemudahan ada rasa syukur. Sementara Allah berfirman ‘Allah akan memberi balasan kepada orang yang bersyukur’ (QS. Ali Imran:144)
Dan dibalik kesulitan ada kesabaran, Allah berfirman ‘Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas.’ (QS. AzZumar:10)
Bagi seorang mukmin, kesulitan dan kemudahan adalah ladang untuk menabung pahala dan hadiah dari Allah SWT. Lalu kenapa masih bersedih?
Jangan selalu mengeluh “Ohh masalahku begitu besar” tapi katakan pada masalah itu “Sungguh aku punya Allah sebagai pelindungku”
Lantas nikmatNya manakah yang kan kau dustakan?”
Sekian MM dr saya
Wassalamualaikum
@melmulyasani
numpang promote ya min ^^
BalasHapusbuat kamu yang lagi bosan dan ingin mengisi waktu luang dengan menambah penghasilan yuk gabung di di situs kami www.fanspoker.com
kesempatan menang lebih besar yakin ngak nyesel deh ^^,di tunggu ya.
|| WA : +855964283802 || LINE : +855964283802 ||